HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar program edukasi pentingnya pemilahan sampah organik dan non-organik di tiga sekolah dasar di Maros, yakni SD Negeri 22 Maros, SD Negeri 16 Pangkasalo, dan SD MI Ainus Syamsi. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini dengan memperkenalkan cara memilah sampah yang benar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif yang meliputi penjelasan perbedaan sampah organik dan non-organik beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa diajak mengikuti permainan edukatif dan mengerjakan pre-test serta post-test untuk mengukur pemahaman mereka.
Mahasiswa juga menjelaskan berbagai metode pengolahan sampah, seperti pembuatan kompos dari sampah organik dan pentingnya mendaur ulang sampah non-organik agar tidak mencemari lingkungan. Antusiasme siswa selama kegiatan terlihat jelas melalui partisipasi aktif dalam diskusi dan permainan yang membuat proses belajar menjadi menyenangkan.
Pihak sekolah menyambut baik program ini karena dinilai efektif memberikan edukasi sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan pada siswa. Mereka berharap pengetahuan yang didapat tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan di rumah bersama keluarga.
Mahasiswa KKN menegaskan bahwa langkah sederhana seperti memilah sampah merupakan awal penting dalam membangun budaya hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh sejak usia sekolah dasar,” jelas mereka.
Program edukasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa kepada masyarakat melalui pemberdayaan di bidang pendidikan lingkungan. Kolaborasi antara sekolah, siswa, dan mahasiswa diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan di masa depan.






Komentar (0)