Hilangnya Mural Tritura di Kampus Trisakti

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa Universitas Trisakti kecewa karena mural Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) di tembok depan kampus mereka dihapus secara sepihak.

Mahasiswa menilai penghapusan mural tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap kritik kepada pemerintah.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, terlihat bagian tembok mural diblok menggunakan cat semprot berwarna hitam.

Baca juga: Mural Tritura Mahasiswa Trisakti Dihapus, Kini Muncul Tulisan Mural Bukan Kriminal

Namun, tembok yang sebelumnya diblok hitam itu kini kembali ditimpa dengan tulisan yang terlihat kurang rapi atau tidak tertata.

Salah satu bagian yang kembali ditimpa tulisan bertuliskan "Mural Bukan Kriminal".

Klarifikasi Kecamatan dan Kelurahan

Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti, Arief Rizquna, mengatakan, pihaknya telah mendengar adanya upaya klarifikasi dari pihak kecamatan dan kelurahan.

Baca juga: Mahasiswa Trisakti: Penghapusan Mural Tritura Bentuk Pembungkaman Kritik

Namun menurut dia, belum ada jawaban konkret mengenai alasan penghapusan mural tersebut.

"Untuk sampai hari ini, penghapusan dan juga klarifikasi terkait itu, saya dapat kabar juga ada dari tingkat kecamatan dan kelurahan mengklarifikasi. Tapi sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti kenapa dihapus dan lain sebagainya. Tidak ada jawaban konkret yang kami harapkan," ujar dia, Senin (3/8/2026).

Mural tersebut dibuat pada Jumat (1/8/2026) malam selama sekitar lima jam oleh sejumlah mahasiswa sebagai bentuk penyampaian aspirasi melalui karya seni.

Baca juga: Mahasiswa Trisakti Protes Mural Tritura di Depan Kampus Dihapus: Takut dengan Kritik?

KOMPAS.COM/Pandi Ramedhan Mural Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) yang dibuat mahasiswa Trisakti dihapus. Kini ditimpa tulisan mural bukan kriminal.
Pembungkaman dan standar ganda

Menurut dia, mural itu merupakan bagian dari upaya mengawal tiga tuntutan yang sebelumnya disampaikan mahasiswa dalam aksi di depan Gedung DPR.

"Ini bagian dari bentuk perlawanan. Kami tidak bisa mengklasifikasikan bahwa perlawanan itu hanya sebatas aksi dan demonstrasi. Ada bentuk perlawanan lain melalui seni," ujarnya.

Namun, kata Arief, mural tersebut dihapus kurang dari 24 jam setelah selesai dibuat, tepatnya pada Sabtu sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Mahasiswa Trisakti Demo di DPR Hari Ini, Gaungkan Tritura Kembali

Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa.

Menurut Arief, terdapat standar ganda dalam penertiban mural maupun coretan di lokasi tersebut.

Bahkan, ia mengeklaim masih banyak gambar dan coretan lain di sekitar lokasi yang telah bertahan selama berbulan-bulan tanpa dibersihkan, sementara mural mahasiswa justru dihapus dalam waktu singkat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Peristiwa Sejarah 10 Januari, Hari Lahir Tritura


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ayah yang Tega Jual Anak Kandung di Jambi Jadi Tersangka TPPO
• 10 jam lalu
0
thumb
Pertamina EP Jambi Temukan Kebocoran Pipa Trunkline di Jalan Lintas Sumatera
• 17 jam lalu
0
thumb
Cerita Warga saat Bantu Lansia yang Dirampok Tetangga di Cakung
• 14 jam lalu
0
thumb
Sudaryono Tegaskan BGN Copot 137 Kepala SPPG yang Dapurnya Disuspend, Investigasi Jadi Dasar Penentuan Sanksi
• 9 jam lalu
0
thumb
Prabowo Siap Jadi Juru Damai Korea, Dave Laksono: Sesuai Politik Luar Negeri Bebas Aktif
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.