JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai wacana Presiden RI Prabowo Subianto menjembatani perdamaian Korea Utara dan Korea Selatan sesuai dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Dave Laksono menyebut pernyataan Prabowo bahwa dirinya siap membantu mewujudkan dialog mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia.
"Selama berpijak pada kepentingan nasional, prinsip politik luar negeri bebas aktif, dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara, kontribusi Indonesia akan tetap relevan dalam memperkuat stabilitas kawasan maupun dunia," kata Dave Laksono dikutip Antara, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Prabowo dan PM Thailand Dorong Penyelesaian Damai di Timur Tengah: Hormati Hukum Internasional
Dave menyebut pernyataan Prabowo menunjukkan pengakuan dan kepercayayaan akan kredibilitas diplomasi Indonesia di panggung internasional.
Politikus Partai Golkar itu mengatakan, kepercayaan ini menjadi modal diplomatik yang berharga dan harus terus dijaga mealui konsistensi politik luar negeri.
Meskipun demikian, Dave Laksono menekankan kesiapan Prabowo hanya jika diminta oleh pihak-pihak terkait. Menurutnya, pernyataan Prabowo bukan berarti sang presiden mengumumkan akan terbang ke Korea Utara untuk melaksanakan misi diplomatik.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7), Prabowo mengaku diminta Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung untuk membuka dialog dengan rezim Kim Jong-un.
"Presiden Korea Selatan, President Republic of Korea, minta kepada saya, bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog," kata Prabowo.
"Saya bilang, 'oh, saya dengan hormat, dengan rela, kalau yang mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat.'"
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- prabowo juru damai korea
- dave laksono
- politik bebas aktif
- prabowo diminta ke korea






Komentar (0)