PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terus menggenjot tiga proyek hilirisasi sebagai komitmen perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri.
Tiga proyek tersebut yakni pengembangan ekosistem baterai, pembangunan fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik, serta proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.
Berdasarkan laporan kuartalan yang dirilis perusahaan, proyek pengembangan ekosistem baterai telah memasuki tahap persiapan konstruksi setelah menyelesaikan pekerjaan awal, proses perizinan, dan persiapan pendanaan.
Di bisnis emas, ANTAM juga melanjutkan pembangunan fasilitas manufaktur logam mulia di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
Sementara pada bisnis bauksit, perseroan menjaga pasokan bahan baku bagi proyek SGAR Mempawah selama proses commissioningserta telah melakukan trial shipment alumina ke smelter aluminium di Kuala Tanjung.
Baca Juga: Penjualan Emas ANTAM Capai 18.080 Kg di Semester I-2026
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp9.000, Termurah Dijual Rp1.356.500
"Pengembangan ini ditujukan untuk mendukung program hilirisasi nasional," tulis manajemen perusahaan.
Pengembangan proyek tersebut dilakukan di tengah kinerja operasional ANTAM pada semester I-2026.
Perseroan membukukan penjualan emas sebesar 18.080 kilogram, penjualan bijih nikel 6,77 juta wet metric ton (wmt), penjualan feronikel 7.605 ton nikel dalam feronikel (TNi), serta penjualan chemical grade alumina 100.437 ton.






Komentar (0)