Viral Wanita Korban Maling Motor di Bekasi Diintimidasi, Ini Penjelasan RT

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Beredar video memperlihatkan seorang perempuan yang menjadi korban pencurian sepeda motor menangis di rumah Ketua RT di Kelurahan Medan Satria, Kota Bekasi.

Dalam video tersebut, korban mengaku mengalami intimidasi hingga dugaan penganiayaan saat berupaya mencari kejelasan terkait pelaku pencurian motornya. Korban juga menyebut terduga pelaku sempat dilepaskan oleh warga.

Peristiwa itu bermula ketika korban kehilangan sepeda motor yang diparkir di kawasan Jalan Irigasi, Medan Satria, beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan korban, identitas orang yang diduga terkait dengan kasus tersebut mulai diketahui.

Korban kemudian bersama keluarganya mendatangi lingkungan tempat orang yang diduga mengetahui keberadaan terduga pelaku. Setibanya di sana, situasi sempat memanas dan menarik perhatian warga sekitar. Dalam video yang viral, korban terlihat menangis dan mengaku mendapat tekanan dari sejumlah warga saat berada di rumah Ketua RT.

Dalam video yang beredar juga disebutkan bahwa sepeda motor milik korban akhirnya ditemukan berkat bantuan warga. Meski kendaraannya telah kembali, korban mengaku masih kehilangan sejumlah barang yang disimpan di dalam jok sepeda motor, seperti telepon genggam, dompet, dan tas.

Penjelasan Ketua RT

Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Medan Satria, Patuyo Kaman, membantah tudingan tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Patuyo menjelaskan dirinya baru mengetahui adanya keributan setelah dihubungi oleh ketua RT lain yang meminta bantuan untuk menenangkan situasi. Saat tiba di lokasi, menurutnya, suasana sudah ramai dan terjadi adu argumen antara korban dengan beberapa warga.

Ia menegaskan tidak ada tindakan pemukulan maupun penganiayaan selama korban berada di rumahnya. Menurutnya, korban justru dipersilakan masuk ke dalam rumah agar situasi lebih tenang, tetapi menolak karena mengaku takut.

"Saya hanya berusaha menenangkan. Tidak ada pemukulan ataupun intimidasi. Karena situasi tidak kondusif, saya kemudian menghubungi Polsek Medan Satria agar persoalan ini ditangani sesuai prosedur hukum," ujar Patuyo.

Patuyo juga membantah tudingan bahwa dirinya melepaskan terduga pelaku pencurian sepeda motor. Ia mengaku tidak mengenal orang yang disebut-sebut sebagai pelaku.

"Kalau saya dituduh melepas pelaku, itu tidak benar. Saya tidak kenal siapa pelakunya. Narasi itu sangat merugikan nama baik saya," tegasnya.

Ia mengaku telah dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Medan Satria terkait peristiwa tersebut. Bahkan, Patuyo mempertimbangkan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta karena dianggap mencemarkan nama baiknya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Imigrasi Tunda 8.287 Keberangkatan WNI Berisiko Sepanjang Semenster I Tahun 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Pencegahan TPPO, Imigrasi Tunda 8.287 Keberangkatan WNI Selama Januari-Juli 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah, Sektor Apa Saja yang Diuntungkan?
• 5 jam lalu
0
thumb
Kemenhub Bakal Buat Aturan soal Pick Up Point Ojol di Simpul-Simpul Transportasi
• 3 jam lalu
0
thumb
Mulai 1 Agustus, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, lalu ke Mana Sampah Lainnya?
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.