TPS liar yang terbakar di kawasan Cipayung, Kramat Jati, Jakarta Timur, disebut warga awalnya bukan merupakan tempat pembuangan sampah.
Lokasi itu merupakan rawa yang sempat direncanakan menjadi waduk, namun proyeknya tak kunjung rampung.
“Itu bukan TPS sebenernya, cuma rawa doang awalnya. Terus pengen dijadikan waduk tuh. Emang udah sempet dikeruk, cuma gak dilanjutin lagi (terus banjir),” ujar Ardi, warga yang tinggal di seberang lokasi kepada kumparan, Selasa (4/8).
“Karena banjir terus, sampahnya pada ke situ (TPS). Jadi kena arus dari situ (area permukiman warga dan saluran air). Jadi tumpukan sampah di situ cuma dari sampah yang hanyut karena banjir,” lanjutnya.
Proyek waduk yang dimaksud telah berjalan sejak 2024, namun mandek hingga saat ini.
“Itu baru-baru ini sih. Soalnya pengen dikeruk tuh, pengen dijadiin waduk. Baru dua tahun yang lalu gitu (hendak dijadikan waduk),” katanya.
Tak jauh dari lokasi memang telah berdiri Waduk Dukuh. Lokasi TPS liar ini awalnya diproyeksikan sebagai sambungan dari waduk yang telah ada guna menanggulangi banjir di sekitar lokasi.
“Jadi waduknya sebelah sono udah jadi kan, cuma di sini belum. Ternyata pengen dipanjangin dari sini katanya. Orang sini gak buang sampah ke sana, soalnya kan disediain bak sampah, gak ada yang buang ke situ,” pungkasnya.
Adapun pantauan pagi ini pukul 08.00 WIB masih menunjukkan belum adanya aktivitas lanjutan di area bekas kebakaran baik kegiatan pemadaman maupun pengangkutan sampah oleh suku dinas terkait.
Hanya tampak beberapa pencari rongsok yang mengais sisa-sisa logam untuk dijual kembali.
Beberapa hari sebelumnya, tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur terbakar pada Sabtu (1/8) pagi pukul 07.00 WIB.
Insiden ini menyebabkan salah satu petugas damkar, yakni Kepala Regu Sektor Cipayung Suku Dinas Gulkarmat Andriyono meninggal dunia saat proses pemadaman api.






Komentar (0)