Bakrie Plantations (UNSP) Raup Penjualan Rp1,28 Triliun Berkat Kenaikan Harga CPO

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) meraup penjualan Rp1,28 triliun pada semester I-2026, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) meraup penjualan Rp1,28 triliun pada semester I-2026, meningkat 12 persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) meraup penjualan sebesar Rp1,28 triliun pada semester I-2026, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut ditopang oleh penjualan komoditas kelapa sawit sebesar Rp1,23 triliun dan karet sebesar Rp45 miliar.

Di sisi lain, perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp301 miliar atau turun 7 persen secara tahunan. Laba usaha juga turun 28 persen menjadi Rp109 miliar, sedangkan EBITDA terkoreksi 19 persen menjadi Rp188 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Harga CPO Naik, LSIP Bukukan Laba Rp891 Miliar di Semester I-2026

Direktur sekaligus Investor Relations PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Andi W. Setianto, mengatakan perseroan terus berupaya meningkatkan produktivitas aset perkebunan melalui program peremajaan menggunakan bibit unggul di tengah kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia. Rata-rata harga CPO meningkat dari USD1.194 per ton CIF Rotterdam pada kuartal II-2025 menjadi USD1.445 per ton pada kuartal II-2026.

"Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun melalui peremajaan menggunakan bibit unggul. Optimalisasi produktivitas pabrik juga dilakukan dengan membeli tandan buah segar dari petani yang tidak memiliki pabrik, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga:
Ekspor CPO Semester I-2026 Melambat, BPS Soroti Dampak Penerapan B50 dan El Nino

Selain itu, perseroan menerapkan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan mengedepankan praktik perkebunan berkelanjutan, termasuk kebijakan zero burning atau tanpa pembakaran lahan. Perseroan juga mendorong penerapan ekonomi sirkular, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

UNSP juga mengembangkan bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas tanpa perlu memperluas lahan perkebunan. Perseroan menyebut bibit unggul tersebut berpotensi menghasilkan hingga 10 ton CPO per hektare per tahun, jauh di atas rata-rata produktivitas nasional yang sekitar 3 ton CPO per hektare per tahun. Produktivitas tersebut didukung produksi tandan buah segar mencapai 40 ton per hektare per tahun dengan tingkat ekstraksi CPO sekitar 25 persen.

Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Bayu Irianto, mengatakan strategi peningkatan produktivitas secara berkelanjutan akan memberikan dampak yang lebih besar dalam jangka menengah hingga panjang. 

"Setelah fokus meningkatkan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan melanjutkan langkah konkret untuk mengoptimalkan produktivitas aset lainnya serta memperbaiki struktur permodalan. Kami optimistis dalam jangka menengah dan panjang perseroan dapat kembali bangkit dan menjadi salah satu perusahaan perkebunan dengan fundamental bisnis yang kuat," katanya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Presiden Bahas Sidang Tahunan MPR dan Pokok-pokok Haluan Negara Bersama Pimpinan MPR
• 19 jam lalu
0
thumb
Video: Israel Kembali Gempur Gaza, 18 Orang Tewas
• 4 jam lalu
0
thumb
Kemacetan Senin Pagi Akibat Proyek di Jalan Moestopo Dikeluhkan, DSDABM Beri Penjelasan
• 23 jam lalu
0
thumb
BPS: Perjalanan wisnus naik 0,97 persen pada triwulan II 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Pengumuman Insentif Mobil dan Motor Listrik Ditargetkan Dua Pekan Lagi
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.