Kebakaran terjadi di pangkalan militer utama Irak yang terletak di sebelah utara Baghdad, yang pernah menjadi pangkalan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Otoritas Irak mengumumkan bahwa kebakaran itu disebabkan oleh suhu udara yang melonjak hingga memicu cuaca panas ekstrem di negara tersebut.
Kementerian Pertahanan Irak dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (3/8/2026), melaporkan bahwa kebakaran itu terjadi pada sebuah gudang yang ada di kompleks pangkalan militer Camp Taji pada Minggu (2/8) waktu setempat.
"Kebakaran terjadi di sebuah gudang di Camp Taji akibat suhu tinggi," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Irak, Yehia Rasool, dalam pernyataannya.
Rasool menyebut bahwa gudang yang dilanda kebakaran itu merupakan depot senjata, yang menjadi tempat menyimpan "amunisi milik divisi lapis baja ke-9".
Unit media keamanan pemerintah Irak, secara terpisah, melaporkan bahwa kebakaran di kompleks militer itu diwarnai rentetan ledakan.
"Terjadi ledakan di dalam Camp Taji dan sejumlah amunisi meledak akibat panas," demikian pernyataan unit media keamanan pemerintah Irak.
Disebutkan juga bahwa para petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang berkobar di kompleks militer tersebut.
(nvc/ita)






Komentar (0)