Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Singgung Ongkos Politik Mahal

liputan6.com
12 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan partai politik memiliki kewajiban melakukan pendidikan politik sekaligus rekrutmen kader yang berintegritas.

Pernyataan itu disampaikan Sarmuji sebagai respons atas maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Advertisement

BACA JUGA: Wacana Kenaikan Gaji Kepala Daerah di Tengah Maraknya OTT

Menurutnya, fenomena tersebut juga dipengaruhi oleh lemahnya pendidikan politik di setiap partai kepada kadernya.

"Pertama, kita tentu kewajiban partai melakukan pendidikan politik, dan dalam konteks ini melakukan rekrutmen politik, dan karena tanggung jawab itu, orang yang direkrut adalah orang yang berintegritas, memiliki kapasitas dan kemampuan profesional," jelas Sarmuji dalam acara Training of Trainers TOT Akademi Partai Golkar Tahun 2026 di Aula Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Senin (3/8).

Sarmuji menegaskan partai politik tidak hanya bertugas mencetak kader untuk menduduki jabatan publik, melainkan juga bertanggung jawab membina dan mengawasi mereka.

Menurutnya, proses pembinaan harus dimulai sejak dini dan terus dilakukan ketika kader telah mengemban amanah sebagai pejabat publik.

"Pada saat menjadi pejabat publik, kewajiban partai juga untuk memagari setiap anggota yang menjadi pejabat publik agar tetap dalam rel yang sebenarnya," kata dia.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TPS Liar di Kramat Jati Bukan Tempat Sampah: Lokasi Proyek Waduk Mangkrak
• 4 jam lalu
0
thumb
El Nino Datang Lebih Cepat, Kepala BMKG Jelaskan Penyebabnya
• 1 jam lalu
0
thumb
Bagaimana Nasib Lisensi Pilot Malaysia Airlines yang Selundupkan Narkoba ke RI?
• 22 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Maut 3 Motor Tabrakan di Bojonegoro, 1 Orang Tewas 2 Luka-Luka
• 20 jam lalu
0
thumb
Indonesia dan Tailan Targetkan Nilai Perdagangan hingga 20 Miliar Dollar AS Tahun 2030
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.