41 Warga Prasejahtera Batang Diterima Kerja di Industri Jahit Sepatu

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Paradaya Movement Gandeng Rumah Amal dan Ruang Amal Indonesia, 41 Warga Prasejahtera Batang Diterima Kerja di Industri Jahit Sepatu

Sebanyak 41 warga dari keluarga prasejahtera berhasil menembus dunia kerja setelah mengikuti Program Paradaya Movement yang digelar Rumah Amal Salman bersama Ruang Amal Indonesia di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Blusukan ke Teluknaga, Volunter Xieli Tzu Chi Indonesia ASG Bagikan Kupon Beras Cinta Kasih untuk Warga Prasejahtera

Dari total 50 peserta, sebanyak 82 persen telah diterima bekerja di perusahaan manufaktur di bidang jahit sepatu yang beroperasi di kawasan industri Batang.

Program ini dilakukan melalui rangkaian Pelatihan Operator Jahit Sepatu yang berlangsung pada 3–8 November 2025 dengan materi keterampilan teknis, pembentukan karakter, hingga budaya kerja industri.

BACA JUGA: Wujudkan Semangat Iduladha 2026, DNIKS Bagikan Daging Kurban Kepada Warga Prasejahtera Hingga Penyandang Disabilitas

Sebagian peserta diterima melalui proses rekrutmen di PT Nantong Nuan Jian Indonesia, sedangkan peserta lainnya menjalani On the Job Training (OJT) di PT Wide Hero yang berada di KEK Industropolis Batang.

Program tersebut menyasar warga dari keluarga peneri mamanfaat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan maupun kesempatan kerja.

BACA JUGA: Salurkan Bantuan saat Paskah, AHY Pastikan Demokrat Hadir Beri Solusi Bagi Warga Prasejahtera

Menurut Ketua LPK Bina Karya sebagai mitra pelatih, pendekatan itu diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan industri akan tenaga kerjadengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan tetap.

Salah seorang penerima manfaat, Rizki Indriani, menjadi potret nyata keberhasilan program ini. Sebagai lulusan SMP yang menetap di Batang bersama keluarga besarnya, Rizki sebelumnya harus menghadapi realita ekonomi yang menantang.

Orang tuanya bekerja sebagai buruh ternak bebek, sementara suaminya berjuang sebagai kurir paket.

Sempat diliputi rasa ragu karena latar belakang pendidikannya, dorongan kuat untuk membantu orang tua dan masa depan anaknya yang masih PAUD membulatkan tekad Rizki untuk mengikuti pelatihan vokasi jahit sepatu dari dasar.

Setelah tekun mengikuti pelatihan dan menuntaskan masa OJT selama satu bulan penuh, pada Januari 2026 Rizki resmi diterima sebagai karyawan operator produksi di PT Wide Hero Toy Indonesia.

Kini, Rizki memiliki pendapatan tetap setara UMK Batang dari yang sebelumnya tidak memiliki pendapatan sama sekali.

Ia tidak hanya mampu menopang kebutuhan anaknya, tetapi juga membantu meringankan bebanorang tuanya serta membiayai sekolah adik bungsunya yang masih duduk di bangku SMP agar tidak putus sekolah.

"Saya benar-benar diajarkan dari nol. Awalnya saya tidak bisa menjahit sama sekali, tetapi selama pelatihan para instruktur membimbing kami dengan sabar hingga akhirnya saya percaya diri mengikuti proses rekrutmen," ujar Rizki penuh haru.

"Alhamdulillah, sekarang saya sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Yang paling membuat saya bersyukur, dari gaji pertama saya sudah bisa disisihkan sebagian untuk bersedekah," ujar Rizki menambahkan.

CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, mengatakan keberhasilan penempatan kerja terhadap 41 pesertame nunjukkan bahwa dana zakat dapat dimanfaatkan secara produktif untuk memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan vokasi memberi peluang bagi penerima manfaat untuk memperoleh penghasilan secara berkelanjutan, bukan hanya menerima bantuan konsumtif.

“Kami meyakini bahwa zakat akan memberikan dampak yang jauh lebih besar ketika tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membuka akses terhadap pekerjaan yang layak,” ujar Slamet.

Kolaborasi ini didukung penuh oleh Paragon Corp melalui program Paradaya Movement bersama Rumah Amal Salman, yang dalam pelaksanaanya menggandeng LPK Bina Karya sebagai mitra pelatih untuk mentransfer keterampilan teknis sesuai standar industri.

Program ini merupakan inisiatif pemberdayaan vokasi terstruktur berbasis zakat produktif yang bertujuan untuk mengentaskan angka pengangguran terbuka, mencetak SDM berkualitas yang siap kerja, serta menutup gap keterampilan yang dibutuhkan dunia industrisaat ini.

Ketua Program Paradaya Movement Rumah Amal Salman, Nadia Fujri Rahman, menegaskan pentingnya metode pendampingan berkesinambungan dalam penyaluran zakat produktif.

"Pendekatan zakat produktif di Paradaya Movement tidak berhenti pada pemberian pelatihan keterampilan teknis semata, melainkan mengawal seluruh alur mulai dari pemetaan kriteria asnaf, pembinaan karakter, hingga fasilitasi penempatan kerja nyata di industri” ujar Nadia.

Dia menambahkan melalui metode ini, dana zakat bertransformasi menjadi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dan mampu menyejahterakan para penerima manfaat secara jangka panjang.

Keberhasilan Program Paradaya Movement melalui Pelatihan Operator Jahit Sepatu ini menjadi bukti nyata sinergi antaralembaga zakat, industri, dan LPK dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi pengentasan pengangguran.

Selanjutnya, Rumah Amal Salman bersama para mitra berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Paradaya Movement sehingga merangkul lebih banyak masyarakat prasejahtera untuk mencapai kemandirian ekonomi.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap Pencuri Rp1,2 Miliar Bermodus Gembos Ban di Kalideres Jakbar
• 19 jam lalu
0
thumb
BTS Putuskan Tidak Kirim Karya untuk Grammy Awards 2027
• 19 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Perketat Impor Gula Rafinasi demi Selamatkan Petani Tebu
• 8 jam lalu
0
thumb
Tim Gabungan Polda Metro Jaya Tangkap Dua Terduga Pelaku Curanmor di Cilincing
• 18 jam lalu
0
thumb
Siasat Febrie Lolos dari Sangkaan Cuci Uang
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.