ESSA Raup Laba Bersih USD30 Juta hingga Semester I-2026, Kinerja Ditopang Bisnis Amoniak

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Perseroan mencatat pendapatan sebesar USD186 juta, meningkat 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) sebesar USD138 juta.

ESSA Raup Laba Bersih USD30 Juta hingga Semester I-2026, Kinerja Ditopang Bisnis Amoniak (foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan kinerja yang solid sepanjang semester pertama 2026. Perseroan mencatat pendapatan sebesar USD186 juta, meningkat 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) sebesar USD138 juta.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA ESSA naik 48 persen YoY menjadi USD73 juta dari USD49 juta pada semester I-2025. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 103 persen YoY menjadi USD30 juta, dibandingkan USD15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga:
ESSA Bagikan Dividen 135 Persen dari Laba, Rekor Tertinggi sejak IPO

Manajemen ESSA mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh kemampuan perseroan memanfaatkan kenaikan harga komoditas melalui disiplin operasional dan pengelolaan aset yang optimal.

"Hingga semester pertama 2026, ESSA membukukan pendapatan sebesar USD186 juta, meningkat 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA turut meningkat 48 persen YoY menjadi USD73 juta, sedangkan laba bersih melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi USD30 juta," tulis manajemen ESSA dalam keterangan yang di terima pada Rabu (29/7/2026).

Baca Juga:
14 Emiten Cairkan Dividen Serentak, Ada MKPI hingga ESSA

Kinerja tersebut ditopang oleh bisnis amoniak. Sepanjang semester I-2026, harga jual amoniak terealisasi meningkat 70 persen menjadi USD531 per metrik ton (MT).

Di tengah dinamika geopolitik global dan penurunan sementara volume produksi akibat pelaksanaan pemeliharaan terjadwal, kenaikan harga tersebut mampu menopang pendapatan segmen amoniak yang naik 43 persen YoY menjadi USD166 juta. 

Sementara itu, bisnis LPG tetap beroperasi normal selama periode pelaporan. Didukung kenaikan 5 persen YoY pada harga jual LPG terealisasi menjadi USD639/MT, segmen LPG membukukan pendapatan sebesar USD20 juta. 

Selain membukukan pertumbuhan kinerja, ESSA juga menyelesaikan turnaround maintenance atau pemeliharaan terjadwal pabrik amoniak pada 8 Juni 2026.

Proses pemeliharaan tersebut rampung dalam waktu 34 hari, lebih cepat dibandingkan target awal selama 35 hingga 38 hari. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk menjaga integritas aset, meningkatkan efisiensi operasional, serta meminimalkan risiko penghentian operasi yang tidak terencana. 

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasus CSR BI-OJK: Setahun Jadi Tersangka Satori dan Heri Gunawan Belum Ditahan KPK
• 21 jam lalu
0
thumb
Bawa RANS dan JECX Melantai di BEI, Trimegah Sekuritas Kini Jajaki IPO Lain
• 16 jam lalu
0
thumb
3 Tahun Menanti Kembali ke Gawang Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata Curhat Usai Momen Sulit Lawan Kamboja
• 8 jam lalu
0
thumb
Gubernur Bali minta bendesa adat cegah pengeroyokan terulang
• 13 jam lalu
0
thumb
Begini Proses dan Biaya Balik Nama Mobil dan Motor Bekas
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.