Bawa RANS dan JECX Melantai di BEI, Trimegah Sekuritas Kini Jajaki IPO Lain

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) tengah menjajaki pembicaraan dengan perusahaan yang berpotensi melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada semester II 2026. Namun demikian, seluruh pembahasan masih berada pada tahap awal sehingga belum ada calon emiten yang dapat diumumkan.

Direktur Trimegah Sekuritas, Anung Rony Hascaryo mengatakan, pihaknya masih aktif berdiskusi dengan sejumlah perusahaan yang mempertimbangkan IPO. Namun, proses tersebut belum memasuki tahap yang dapat dipublikasikan.

"Tapi ada lah pembicaraan dengan emiten. Tapi seperti saya bilang tadi, sifatnya masih discussion sih. Belum bisa di-disclose gitu,” ujar Anung saat ditemui di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7).

Dia menuturkan, pipeline bisnis obligasi dinilai lebih jelas. Menurutnya, masih banyak perusahaan yang akan memanfaatkan skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) maupun penerbitan obligasi baru yang saat ini tengah menunggu proses praefektif.

Berbeda dengan IPO saham yang sangat bergantung pada kondisi pasar, penerbitan obligasi cenderung lebih stabil karena sebagian besar berasal dari emiten yang telah memiliki program pendanaan berkelanjutan.

Sepanjang 2026, Trimegah Sekuritas telah mengantarkan dua perusahaan melantai di BEI. Kedua perusahaan itu adalah emiten rumah sakit mata PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan perusahaan hiburan milik pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).

Saham IPO Masih Diminati Investor?

Anung menilai saham-saham IPO tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik bagi investor, terutama investor ritel. Pasalnya, saham yang baru melantai di bursa kerap memberikan potensi kenaikan harga pada awal perdagangan.

Ia mengatakan, kedua IPO yang ditangani Trimegah Sekuritas sepanjang tahun ini juga sempat mencatatkan kenaikan harga setelah resmi diperdagangkan. Kendati demikian, pergerakan selanjutnya tetap mengikuti mekanisme pasar dan dipengaruhi kondisi bursa secara keseluruhan.

"After that ya pasti sesuai dengan kondisi market itu kan, setelah itu kan ya udah mekanisme pasar. Artinya bisa naik bisa turun gitu kan? Tapi yang selama ini kita handling sih dari yang sudah kemarin sih selalu langsung naik," kata dia.

Menurut Anung, saham-saham IPO juga kemungkinan sudah masuk dalam portofolio sebagian investor. Namun, komposisi investasinya akan berbeda-beda tergantung profil risiko dan strategi masing-masing investor.

Untuk minat IPO perusahaan pada tahun ini, Anung menilai minat perusahaan untuk IPO lebih dipengaruhi kondisi pasar saham yang masih menantang dibandingkan dengan kondisi bursa yang sedang dalam transofrmasi karena reformasi integritas yang dilakukan.

Meskipu. pasar saham belum sepenuhnya pulih, ia menyebut permintaan terhadap obligasi masih relatif stabil. Bahkan, bisnis penjaminan emisi obligasi Trimegah menunjukkan pertumbuhan sepanjang tahun ini.

"Kalau obligasi masih cukup stabil. Justru year to date bisnis obligasi kami meningkat dibanding tahun lalu," katanya.

Sementara untuk IPO saham, menurut Anung, perusahaan masih mempertimbangkan momentum yang tepat agar dapat memperoleh valuasi optimal. Karena itu, sebagian emiten memilih menunggu kondisi pasar membaik sebelum melanjutkan proses pencatatan saham.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya Buka Suara soal Nama Calon Bursa Gubernur BI, Begini Jawabannya
• 5 jam lalu
0
thumb
Sinopsis LAUTAN CINTA SCTV Episode 37, Hari Selasa 28 Juli 2026: Miranda Ingin Gugurkan Kandungan, Satria Akhirnya Bertemu Keluarga Kandung
• 9 jam lalu
0
thumb
Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI jadi Korban Gempa M7,1 di Jepang
• 4 jam lalu
0
thumb
Pramono Tegaskan Pembayaran Obligasi Rp3,5 Triliun Tak Akan Jadi Beban Keuangan Jakarta
• 7 jam lalu
0
thumb
Marc Klok Bangga dengan Debut Mitchell Baker di Timnas Indonesia: Saya Harap Dia Cetak Gol Terus
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.