Pelaku pasar menanti keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi satu bulan pada Rabu (29/7/2026), didukung meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah kembali memanasnya konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, pelaku pasar menanti keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 33 persen The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Melansir Reuters, Indeks dolar menguat ke 101,43 terhadap sekeranjang mata uang utama. Dolar naik tipis terhadap yen Jepang ke level 163,88 yen, sehingga terus menekan mata uang Jepang yang masih berada di dekat level terlemahnya dalam 40 tahun.
Kekhawatiran terhadap inflasi juga meningkat seiring kembali naiknya harga minyak, setelah militer AS menyatakan berhasil mencegat sejumlah rudal balistik yang diluncurkan Iran ke arah pasukan AS di Timur Tengah.
Penguatan dolar AS yang berlanjut membuat euro bertahan di dekat level terendah dalam satu bulan di USD1,1386, setelah turun 0,3 persen sepanjang bulan ini. Sementara itu, pound sterling melemah 0,06 persen ke USD1,3282, mendekati level terendahnya sejak 1 Juli.
“Ada kemungkinan keputusan kebijakan FOMC dan konferensi pers Ketua The Fed akan memicu penguatan dolar lebih lanjut sehingga mendorong pasangan USD/JPY menuju level 164,” kata Kepala Strategi Valuta Asing SMBC, Hirofumi Suzuki.
Mata uang lainnya, dolar Australia relatif stabil di USD0,6973 menjelang rilis data inflasi domestik pada hari itu. Sementara itu, dolar Selandia Baru melemah 0,09 persen ke USD0,5782.
(NIA DEVIYANA)






Komentar (0)