Bojonegoro: PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Area Bojonegoro menggelar edukasi interaktif dengan pelaku UMKM mengenai pemanfaatan gas bumi secara aman dan optimal. PGN ingin terus tumbuh bersama dengan sektor UMKM yang menjadi penggerak ekonomi daerah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Subholding Gas Pertamina untuk menyebarluaskan pemahaman terkait karakteristik gas bumi, budaya keselamatan, serta langkah penanganan awal apabila terjadi kendala maupun insiden di tempat usaha.
Edukasi bertajuk 'Sinergi Bersama PGN Area Bojonegoro: Wujudkan UMKM Tangguh, Hemat Energi, dan Berdaya Saing' diselenggarakan di Hotel Eastern, Jalan Veteran, Bojonegoro, pada Rabu, 22 Juli 2026. Selain memperkenalkan nilai efisiensi dan keamanan gas bumi, PGN hadir untuk memastikan para pelaku usaha dapat menjalankan aktivitas produksinya dengan rasa nyaman.
Sebagai bentuk kepedulian bersama, PGN mengajak untuk senantiasa menjaga keandalan instalasi gas di lokasi usaha. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain memastikan pipa gas berada pada jarak aman dari sumber api dan instalasi kelistrikan, menempatkan instalasi gas di area yang kering dan memiliki sirkulasi udara (ventilasi) yang baik, serta memastikan meteran gas berada di area yang aman.
PGN bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan edukasi mengenai penggunaan gas bumi yang aman kepada pelaku UMKM. (Foto: Dok. PGN)
Apabila menemui indikasi kebocoran gas, masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Segera lakukan langkah pengamanan awal, yaitu tidak menyalakan api maupun peralatan listrik, menutup seluruh kran gas, membuka pintu dan jendela agar sirkulasi udara lancar, serta memeriksa titik kebocoran dengan mengucapkan air sabun pada sambungan pipa.
Gas bumi memiliki karakteristik lebih ringan daripada udara sehingga mudah menguap ke atmosfer, tidak mudah meledak, ramah lingkungan, serta telah diberi zat pembau (odorant) sehingga kebocoran lebih mudah terdeteksi.
"Kami ingin selalu mendampingi pelaku usaha. Apabila terjadi kendala pada instalasi sambungan pipa gas, pelanggan dapat langsung menutup keran gas, serta segera menghubungi Pertamina Call Center di nomor 135 atau layanan resmi WhatsApp PGN agar tim teknis kami dapat segera memberikan penanganan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan," ujar Area Head PGN Bojonegoro Faishal Arief.
Baca Juga :
Perta Arun Gas Jadikan Indonesia sebagai The Largest Re-Export Loading Market LNG DuniaInfrastruktur jargas sebenarnya sama praktis dan amannya dengan instalasi air bersih maupun listrik yang sudah lazim digunakan sehari-hari. Energi gas bumi dialirkan dari pipa utama PGN menuju kompor atau peralatan produksi pelaku usaha melalui sistem pipa yang tertata rapi di dinding. Dengan konsep utilitas modern ini, para pelaku UMKM tidak perlu lagi melakukan bongkar-pasang tabung, sehingga risiko penggantian bahan bakar dapat minimalisir dan area dapur menjadi jauh lebih bersih serta ringkas.
Faishal juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. "Kami berterima kasih kepada Disdagkop UM, serta Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Bojonegoro yang senantiasa bersinergi mendorong iklim usaha yang maju serta mendukung transisi penggunaan energi berkelanjutan di Bojonegoro," tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro Yuri Nur Rahmawati, perwakilan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Bojonegoro Wiega Bagus Andriyanto, pelaku usaha laundry, UMKM, restoran, serta dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Melalui pemanfaatan gas bumi, pelaku usaha diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus memperoleh kepastian pasokan energi yang andal selama 24 jam.
Kabid Bina Usaha Perdagangan Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati menilai masyarakat Bojonegoro sangat menantikan perluasan layanan jargas PGN PGN. Menurutnya, gas bumi memiliki banyak keunggulan, mulai dari pasokan yang stabil hingga sangat sesuai dimanfaatkan oleh pelaku usaha.
"Kami berharap jargas dapat terus diperluas diperluas," ujar Yuri.
Antusiasme juga terpancar dari para peserta yang hadir. Salah satunya dari Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bojonegoro, Sri Artiningsih. Ia mengaku senang dan mendapat banyak manfaat. Terutama dapat lebih mengenal produk PGN yang ternyata tidak hanya untuk rumah tangga, melainkan juga untuk pengusaha kecil dan industri.
"Gas bumi ini memperingan beban usaha kami. Selain lebih hemat, juga praktis, efisien, tersedia 24 jam, dan ramah lingkun," ujar Sri.
Dalam kesempatan yang sama, Dimas Setiawan dari Dewan Asosiasi Laundry Indonesia memaparkan potensi besar usaha laundry di Bojonegoro berdasarkan riset yang dilakukannya selama lebih dari satu tahun. Ia juga membagikan strategi membangun usaha laundry yang efisien, termasuk pemanfaatan gas bumi PGN untuk menekan biaya operasional.





Komentar (0)