Kadin Ungkap Satu Industri yang Tak Boleh Tertinggal Jika RI Ingin Kuasai AI

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) perlu dibarengi dengan penguatan industri semikonduktor dan infrastruktur digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem teknologi yang mampu mendukung transformasi digital sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin Indonesia Firlie H. Ganinduto mengatakan, pengembangan AI tidak dapat dipisahkan dari kesiapan ekosistem teknologi yang mencakup konektivitas digital, jaringan telekomunikasi, satelit, pusat data, hingga layanan komputasi awan (cloud).

“Transformasi digital membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan para pelaku teknologi. INTI 2026 dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan tersebut, membuka peluang kemitraan, serta mendorong penguatan ekosistem digital Indonesia yang inovatif, terpercaya, dan berdaya saing,” kata Firlie dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Menurut Firlie, infrastruktur digital menjadi fondasi bagi pengembangan AI, internet of things (IoT), dan keamanan siber. Ketiga teknologi tersebut kemudian dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai dari kota cerdas (smart city), teknologi finansial (fintech), perbankan digital, blockchain, layanan kesehatan digital, hingga smart mobility.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Firlie menjelaskan, penguatan industri semikonduktor juga perlu berjalan seiring dengan pengembangan komponen elektronik, robotika, otomasi, dan teknologi drone. Menurut dia, penguasaan teknologi tersebut akan meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur nasional.

Ia menambahkan, keterhubungan antara pengembangan AI, infrastruktur digital, dan industri semikonduktor diharapkan mampu mempercepat transformasi digital nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Pandangan tersebut disampaikan menjelang penyelenggaraan Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 yang akan berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta. Ajang tersebut akan mempertemukan pelaku industri, investor, akademisi, dan penyedia solusi teknologi untuk membahas pengembangan ekosistem digital di Indonesia.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Berduka Tewasnya Dokter Muda Siti Zahra, Akan Perkuat Sistem Internship
• 22 jam lalu
0
thumb
Ujian Independensi di Balik Mundurnya Gubernur BI
• 9 jam lalu
0
thumb
Kasus Febrie Adriansyah, PBNU: Kejagung Jangan Surutkan Semangat Berantas Korupsi!
• 8 jam lalu
0
thumb
Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Waka BGN Lodewyk Pusung
• 5 jam lalu
0
thumb
Video: DPR Sebut Bebas Pajak 50 Tahun Jadi Daya Tarik Investasi PFII
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.