Pjs Gubernur BI: Pasar tak perlu panik usai Perry Warjiyo mundur

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta pelaku pasar tetap tenang usai pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI.

Usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, ia memastikan kebijakan Bank Indonesia tetap konsisten untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan.

"Untuk market, tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya," ujar Destry.

Menurut Destry, fokus utama BI saat ini tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai pilar utama kebijakan moneter. Untuk itu, bank sentral akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen stabilisasi.

Ia mengatakan intervensi akan tetap dilakukan baik di pasar spot, non-deliverable forward (NDF), maupun domestic non-deliverable forward (DNDF) guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Selain itu, BI juga akan melanjutkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi melalui instrumen makroprudensial.

Sesuai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Juli, lanjut Destry, bank sentral juga tetap mendorong masuknya aliran modal asing (capital inflow) dengan memberikan insentif berupa penurunan biaya lindung nilai (hedging).

"Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan dan juga di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial," kata Destry.

Destry menambahkan, seluruh anggota Dewan Gubernur akan memastikan seluruh tugas dan mandat bank sentral tetap berjalan sebagai mestinya. Ia pun berharap agar kondisi pasar keuangan domestik segera kembali stabil.

"Kita juga tentu berharap stabilitas di pasar keuangan kita akan bisa pulih dan normal kembali seperti semula," imbuhnya.



Baca juga: Airlangga: Fungsi BI jaga rupiah tetap jalan usai Perry Warjiyo mundur

Baca juga: Rupiah melemah ke Rp18.009 seiring potensi kenaikan suku bunga Fed

Baca juga: Prabowo panggil KSSK susul pengunduran diri Gubernur BI


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengenang Peristiwa Kudatuli: Konflik PDI, Penangkapan Budiman Sudjatmiko, dan Hilangnya Wiji Thukul
• 16 jam lalu
0
thumb
OJK Diminta Perketat Aturan Debt Collector Usai Kasus Kredivo-KrediFazz
• 1 jam lalu
0
thumb
Keluarga dan Rekan Korban Tewas dalam Bentrokan Geruduk Polsek Menteng
• 23 jam lalu
0
thumb
Prabowo Diingatkan Jurnalis, Kelompok Kritis Itu Pengingat Bukan Musuh Negara
• 14 jam lalu
0
thumb
Kementan Siapkan 56 Ribu Pompa Air untuk Mitigasi Kekeringan 2026
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.