Segini Gaji Juergen Klopp Jadi Pelatih Timnas Jerman

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews - Juergen Klopp resmi menjadi pelatih baru Timnas Jerman. Pelatih berusia 59 tahun itu meninggalkan Liverpool pada 2024 setelah sembilan tahun bertugas di Anfield.

Selama periode tersebut, ia membawa The Reds menjuarai Premier League pada 2020 dan Liga Champions semusim sebelumnya.

Usai tidak jadi pelatih, Klopp menerima jabatan sebagai head of Global Soccer Red Bull pada awal 2025. Kini, ia kembali ke pinggir lapangan dengan memimpin tim nasional negara kelahirannya.

Mengutip Give Me Sport, Juergen Klopp akan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang berlaku hingga Piala Dunia 2030.

Dalam kontrak tersebut, ia disebut akan menerima gaji sebesar 7 juta Euro (Rp142,7 miliar) per tahun.

Nominal itu tetap menempatkannya di jajaran pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi di dunia.

Meski demikian, angka tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan penghasilannya pada musim terakhir bersama Liverpool.

Saat masih menangani The Reds, Klopp memperoleh gaji sekitar 15 juta Poundsterling (Rp305,8 miliar) per tahun, atau lebih dari 50 persen lebih tinggi dibandingkan nilai kontraknya bersama Timnas Jerman.

Bahkan, pendapatan Juergen Klopp saat menjabat sebagai head of Global Soccer Red Bull juga dilaporkan lebih besar.

Ia disebut menerima gaji antara 10 juta hingga 12 juta Euro (Rp203,8 miliar - Rp244,6 miliar) per tahun, meski tidak terlibat langsung dalam aktivitas di lapangan.

Sebelumnya, Klopp mengultimatum media soal privasi. Ia menegaskan kalau dirinya menerima kritik terhadap pekerjaannya, tetapi tidak akan membiarkan kehidupan pribadi keluarganya ikut terseret.

Juergen Klopp juga menyatakan bahwa ia akan meninggalkan jabatan tanpa kompensasi jika Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menilai kinerjanya gagal. Namun, ia menekankan batas tegas.

“Jika kalian melewati batas dan tidak membiarkan keluarga saya hidup tenang, saya juga akan pergi!” ungkapnya. Klopp ingin mengembalikan kejayaan Jerman melalui permainan pressing agresif dan pemberdayaan pemain muda.

Ia pun mengaku telah memantau 57 calon pemain dan meyakini bahwa kualitas pemain Jerman masih tinggi, meski performa di Piala Dunia 2026 belum memenuhi ekspektasi.

“Saya ingin dinilai hanya dari hasil kerja di lapangan, bukan dari kehidupan pribadi. Kritik sebagai bahan evaluasi itu benar, tapi saya menolak segala bentuk serangan terhadap orang-orang terdekat,” tegas mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Justin Hubner Diming-imingi Klub Indonesia, Pundit Senior Ini Beri Nasihat 
• 7 jam lalu
0
thumb
KPK Sebut Titip Tahan Febrie Berdasarkan Surat dari Kejagung
• 23 jam lalu
0
thumb
Seleksi CPNS 206 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran
• 14 jam lalu
0
thumb
Kader PDIP Jatim Jawab Tantangan soal Keterlibatan Anak Muda dalam Politik
• 10 jam lalu
0
thumb
Lolly Ngaku Ogah Cari Pacar Lagi Usai Putus dari Vadel Badjideh, Anak Nikita Mirzani Ungkap Alasannya
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.