Penetapan mantan Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS) periode 2016-2024, Choirul Anwar, sebagai tersangka kasus korupsi dana pakan memicu kekhawatiran publik terhadap kesejahteraan satwa. Namun, dilaporkan kondisi satwa kini terpantau stabil dan terawat dengan baik.
Dua tahun sejak berakhirnya masa jabatan eks dirut tersebut, manajemen KBS memastikan kualitas perawatan tetap menjadi prioritas. Di area kandang harimau, harimau Sumatra dan Benggala mendapatkan asupan pakan rutin sebanyak 5,5 kilogram daging dan ayam setiap hari, lengkap dengan tambahan nutrisi.
Berat badan satwa, seperti harimau Sumatra yang mencapai 80 kg dan harimau Benggala seberat 150 kg, dipantau ketat. Pihak pengelola menjelaskan bahwa porsi makan dan perawatan disesuaikan dengan postur, aktivitas, serta jenis spesies masing-masing satwa, termasuk bagi satwa kecil seperti beruang madu.
Baca Juga :
Dugaan Korupsi Kebun Binatang Surabaya Diminta Diusut Tuntas
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu, 25 Juli 2026, pihak KBS juga memberikan klarifikasi terkait foto-foto satwa tidak terawat yang sempat beredar di media sosial. Visual tersebut dipastikan merupakan dokumentasi lama dari masa transisi dan bukan merupakan kondisi nyata di tahun 2026.
Saat ini, KBS mengelola lahan seluas 15 hektar yang menampung hampir 2.200 individu dari 221 jenis satwa. Untuk menjaga keseimbangan populasi, pada 2025 lalu pihak pengelola bahkan telah melepasliarkan 30 ekor rusa dan berbagai jenis burung ke alam liar.
Dengan dukungan sekitar 250 karyawan, termasuk tenaga paruh waktu, manajemen KBS terus berupaya memulihkan reputasi lembaga. Kondisi kesehatan dan kelayakan kandang kini dipantau secara berkala untuk memastikan seluruh koleksi satwa mendapatkan lingkungan hidup yang optimal, jauh dari dampak penyelewengan dana yang terjadi di masa lalu.





Komentar (0)