Empat warga Palestina dan 1 pemukim Israel tewas dalam bentrok di Tepi Barat. Otoritas Palestina mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel di Tepi Barat.
Dilansir AFP, Sabtu (25/7/2026), Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pihaknya "mengutuk terorisme pemukim Israel di seluruh Tepi Barat". Pernyataan itu diterbitkan oleh kantor berita resmi Wafa.
"Kepresidenan secara khusus mengecam pembunuhan empat warga Palestina oleh pemukim... dan serangan selanjutnya oleh pemukim terhadap warga sipil dan harta benda mereka di kota dan desa Urif, Surra, Imatin, Far'ata, Umriha, dan Masafer Yatta," demikian pernyataan Kantor Kepresidenan Palestina.
Bentrokan berdarah antara warga Palestina dan para pemukim Israel, beserta tentara Israel, terjadi di wilayah Tepi Barat. Sedikitnya empat warga Palestina dan satu warga Israel tewas dalam bentrokan yang diwarnai tembakan tersebut.
Keterangan yang saling bertentangan disampaikan oleh otoritas Palestina dan militer Israel mengenai bentrokan yang terjadi pada Jumat (24/7) waktu setempat.
Militer Israel, seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (24/7/2026), mengatakan bahwa mereka mengerahkan pasukan ke area tersebut, yang terletak di barat daya kota Nablus, Palestina, setelah mendapatkan laporan adanya serangan terhadap warga sipil Israel yang sedang mendaki di sana.
Militer Israel mengklaim bahwa seorang warga Palestina merebut senjata api dari petugas keamanan setempat lalu menembaki warga sipil Israel tersebut.
Keterangan para pejabat Palestina menyebutkan bahwa sejumlah warga Palestina dari kota Tal di Tepi Barat diserang oleh sekelompok warga sipil Israel. Sedikitnya empat warga Palestina ditembak mati dan empat orang lainnya luka-luka akibat serangan yang didalangi warga sipil maupun tentara-tentara Israel.
"Empat orang tewas dan empat orang lainnya terluka, termasuk tiga orang dalam kondisi krisis, di Tal," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina.
(lir/lir)






Komentar (0)