Pertamina Pimpin Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Denpasar: PT Pertamina Patra Niaga menegaskan kepemimpinannya dalam pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia melalui partisipasi pada ASEAN Sustainable Aviation Fuel (SAF) Workshop 2026. Forum ini menjadi wadah kolaborasi untuk mempercepat implementasi SAF sebagai solusi dekarbonisasi sektor penerbangan.

Vice President Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga Yosep Iswadi mengatakan, Pertamina telah membangun ekosistem SAF terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi lintas sektor. SAF tersertifikasi CORSIA yang diproduksi di Green Refinery RU IV Cilacap kini telah disalurkan melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

 "Ini menegaskan kesiapan Pertamina menyediakan bahan bakar aviasi berstandar internasional untuk mendukung dekarbonisasi penerbangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan SAF di ASEAN," ujar Yosep dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 Juli 2026.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan, Sokhib Al Rokhman, mengapresiasi Pertamina atas komitmennya membangun ekosistem SAF di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi yang dibangun Pertamina bersama para pemangku kepentingan menjadi langkah strategis dalam mempercepat transisi menuju penerbangan rendah emisi.

"Kami terus mendorong pengembangan dan implementasi SAF melalui penguatan regulasi serta kolaborasi lintas sektor. Kehadiran SAF produksi Pertamina menjadi fondasi penting untuk mempercepat dekarbonisasi sektor penerbangan sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu motor pengembangan SAF di kawasan," ungkapnya.

Baca Juga :

Perkuat Distribusi Energi, Pertamina Patra Niaga Cetak Generasi Pelaut Unggul


(Ilustrasi. Foto: Dok Pertamina) Ekosistem SAF terintegrasi Pada kesempatan tersebut, Pertamina memperkenalkan ekosistem SAF terintegrasi (end-to-end ecosystem) sebagai dukungan target Net Zero Emission (NZE) 2060. Pertamina menampilkan pengumpulan minyak jelantah melalui program UCOllect, proses produksi secara co-processing di Green Refinery RU IV Cilacap, hingga distribusi dan refueling kepada maskapai penerbangan.

Pengembangan SAF Pertamina juga memberikan dampak nyata. Hingga saat ini, Pertamina telah mengoperasikan 47 titik UCOllect, mengumpulkan lebih dari 116 ribu liter minyak jelantah, menjangkau lebih dari 5.200 rumah tangga, serta menghasilkan SAF yang mampu menurunkan emisi hingga 84 persen dibandingkan bahan bakar aviasi konvensional.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, pengembangan SAF merupakan bukti komitmen Pertamina dalam menghadirkan solusi energi rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan ekosistem SAF secara terintegrasi dengan berbagai pihak.

"Kehadiran kami pada ASEAN SAF Workshop menegaskan komitmen Pertamina untuk mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan, memperkuat posisi Indonesia sebagai penggerak SAF di kawasan ASEAN, serta menghadirkan inovasi energi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Kitty.

Menurut Kitty, pengembangan ekosistem SAF menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku energi bersih. Kolaborasi menjadi kunci mempercepat adopsi SAF sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan energi penerbangan berkelanjutan di ASEAN.

"Melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, Pertamina akan terus memperkuat pengembangan ekosistem SAF guna mendukung transisi energi, mewujudkan industri penerbangan rendah emisi, serta mengukuhkan Indonesia sebagai pemain utama dalam pengembangan Sustainable Aviation Fuel di tingkat regional," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Pabrik di Jombang, 6 Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Kobaran Api
• 4 jam lalu
0
thumb
PN Makassar Sosialisasi SEMA Pengajuan Kasasi, Kuatkan Komitmen Peradilan Bersih
• 21 jam lalu
0
thumb
Nasib Rp 5,2 Miliar Dibalikin Dude Harlino Ada di Tangan Hakim
• 6 jam lalu
0
thumb
Karhutla di Gunung Woroth Kota Sorong, BNPB: Pemadaman Masih Berlangsung
• 20 jam lalu
0
thumb
Waka DPR: Jika Guru ASN Tanjung Balai Terlibat Pencabulan Murid, Harus Disanksi
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.