jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Keamanan dan Pertahanan Center for Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro menilai soliditas TNI, Polri, dan Kejaksaan menjadi pilar utama dalam menjaga persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal itu disampaikan Ngasiman dalam diskusi bertajuk Sinergitas TNI-Polri-Kejaksaan dalam Mewujudkan Asta Cita yang digelar Jakarta Journalist Center (JJC) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/7).
BACA JUGA: 3 Napiter Eks JI Berikrar Setia Kepada NKRI
Menurut pria yang akrab disapa Simon itu, ketiga institusi harus bergerak selaras menghadapi tantangan bangsa, mulai dari dinamika geopolitik dan geoekonomi global hingga pemberantasan korupsi.
"TNI menjaga kedaulatan dari ancaman luar, Polri memelihara keamanan dalam negeri, sedangkan Kejaksaan memastikan tegaknya kepastian hukum," kata Ngasiman.
BACA JUGA: Ketum PB Mathlaâul Anwar & Bersilaturahmi dengan Kepala BIN, Tegaskan Komitmen Memajukan NKRI
Dia menegaskan stabilitas keamanan dan kepastian hukum merupakan syarat utama agar pembangunan nasional dapat berjalan optimal.
"Tidak akan ada kemajuan tanpa rasa aman dan kepastian hukum," ujarnya.
BACA JUGA: Mabes Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Tak Berwenang Memungut Pajak Rakyat
Ngasiman juga mengingatkan menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat melalui sinergi lintas komponen bangsa.
"Membangun soliditas dan sinergisitas dengan seluruh komponen bangsa merupakan pilar penting. Kesatuan dan persatuan adalah prasyarat utama," tuturnya.
Dia optimistis sinergi seluruh kekuatan nasional akan mampu mengoptimalkan potensi Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. (kkp/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Versi Jamwas, Polri Pernah Menyerahkan Penyidikan Kasus PT ASABRI ke Kejaksaan
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra





Komentar (0)