Detik-Detik Menegangkan TNI Baku Tembak Lawan OPM Saat Evakuasi Jenazah Warga di Yahukimo

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Proses evakuasi tiga warga sipil yang tewas ditembak Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, berlangsung dramatis. 

Personel Koops TNI Habema sempat terlibat kontak senjata sengit dengan kelompok bersenjata tersebut di jalur Trans Papua pada Kamis (23/7).

Pangkoops TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, mengonfirmasi insiden tersebut terjadi saat tim bergerak menuju lokasi kejadian. 

"Pada saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi jenazah, keberadaan OPM sempat terdeteksi dan terjadi kontak tembak dengan kelompok tersebut yang berada di sekitar area kejadian," ungkap Yudha dalam keterangannya, Jumat (24/7).

Meski di bawah ancaman tembakan, tim berhasil mengevakuasi dua jenazah ke RSUD Dekai. Namun, satu korban lainnya masih dalam pencarian. 

"Dua jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai guna menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, sementara satu orang perempuan dari Suku Unaukam hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan," tambah Yudha.

TNI memastikan akan terus memperketat pengamanan di wilayah tersebut.

"Perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas," ujarnya.

Aksi keji yang menewaskan sepasang suami istri dan seorang wanita Suku Unaukam ini diduga dilakukan oleh OPM pimpinan Kopitua Heluka. 

Pihak OPM melalui Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB pun telah mengakui perbuatan mereka. 

"Dalam informasi itu mereka mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia," jelas Kepala Penerangan Koops, Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna.

Saat ini, TNI fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku. 

"Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. (ant/dpi)
 

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sekjen Kemendagri Ajak Pejabat Tinggalkan Pola Kerja Berulang, Berinovasi Nyata
• 12 jam lalu
0
thumb
Polda Sumut Ungkap Dugaan Penyebab Ledakan di Grand Polonia Medan: Akumulasi Gas Metana
• 8 jam lalu
0
thumb
Kejagung: Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan karena Buru-buru, Sudah Malam
• 5 jam lalu
0
thumb
Gelombang Panas Hancurkan Panen Eropa, Harga Pangan Bisa Meledak
• 14 jam lalu
0
thumb
DPR Dukung Kejaksaan Usut Tuntas Korupsi Kebun Binatang Surabaya
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.