Jakarta, tvOnenews.com - Polda Sumut menyampaikan perkembangan terbaru terkait insiden ledakan di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan.
Berdasarkan analisis awal, ledakan tersebut diduga kuat bersumber dari penumpukan gas metana yang bocor dan terjebak di dalam ruangan hingga akhirnya memicu ledakan saat tersulut.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa temuan ini didasarkan pada pemeriksaan tim laboratorium forensik di lokasi kejadian.
"Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan indikasi adanya gas metana. Gas tersebut terakumulasi di dalam ruangan dan kemudian terjadi tersulut yang mengakibatkan ledakan," kata Ferry di Medan, Jumat (24/7).
Meskipun indikasi gas metana telah ditemukan, pihak kepolisian masih bekerja keras untuk menemukan titik pasti kebocoran.
Saat ini, tim ahli tengah melakukan pengujian mendalam terhadap seluruh instalasi pipa di area tersebut.
"Tim Labfor masih melakukan leak test terhadap jaringan pipa agar diketahui secara ilmiah lokasi kebocoran yang menyebabkan akumulasi gas tersebut," ujar Ferry menambahkan.
Senada dengan hal tersebut, Kasubbid Fiskom Bidang Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, menyebutkan bahwa proses pencarian sumber bocoran memerlukan ketelitian dan waktu.
Hal ini dikarenakan jalur pipa terintegrasi langsung di dalam struktur bangunan.
"Pipa instalasi berada di dalam struktur bangunan sehingga pemeriksaannya harus dilakukan secara bertahap. Setelah titik kebocoran ditemukan, baru dapat dipastikan bagaimana gas itu terakumulasi hingga memicu ledakan," terang Roy.
Peristiwa nahas yang terjadi pada Senin (20/7) ini menelan korban jiwa.
Berdasarkan laporan akhir dari Basarnas Kelas A Medan dan tim SAR gabungan, total terdapat tujuh orang korban, dengan rincian empat orang berhasil selamat dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Sebagai langkah pengamanan pasca-kejadian, pihak PGN Regional I telah memutus aliran gas di sekitar lokasi.
Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan penduduk sekitar serta mempermudah aparat kepolisian dalam melakukan olah tempat kejadian perkara. Kasus ini kini masih dalam penanganan intensif Polrestabes Medan. (ant/dpi)





Komentar (0)