Banda Aceh, tvOnenews.com– Kehilangan sosok pencari nafkah merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sebuah keluarga. Selain menghadapi duka, keluarga yang ditinggalkan juga dituntut mampu melanjutkan kehidupan dan menjaga keberlangsungan ekonomi rumah tangga.
Sebagai bentuk komitmen untuk memastikan perlindungan jaminan sosial memberikan manfaat yang berkelanjutan, BPJS Ketenagakerjaan kembali menyelenggarakan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) di Banda Aceh, yang bertempat di Balai Pelatihan dan Vokasi Produktivitas (BPVP) Banda Aceh. Program ini tidak hanya memberikan perlindungan melalui santunan, tetapi juga membekali ahli waris dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi.
Melalui Program PEKA, para ahli waris penerima manfaat berupa pelatihan berbasis keterampilan yang disesuaikan dengan peluang usaha dan kebutuhan pasar. Pada pelaksanaan di Banda Aceh, peserta mendapatkan pelatihan menjadi barista, menjahit, serta dasar-dasar instalasi listrik yang diharapkan dapat membuka peluang usaha maupun kesempatan kerja baru.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Trisna Sonjaya mengatakan bahwa Program PEKA merupakan implementasi komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan perlindungan yang berkelanjutan bagi peserta dan keluarganya.
"Bagi kami, perlindungan tidak berhenti ketika santunan diserahkan kepada ahli waris. Kami ingin memastikan bahwa manfaat tersebut dapat menjadi awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, melalui Program PEKA kami membekali para ahli waris dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja, berwirausaha, maupun mengembangkan potensi yang dimiliki," ujar Trisna.
Menurutnya, santunan yang diterima ahli waris diharapkan tidak hanya menjadi penopang kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai modal produktif yang didukung dengan peningkatan kompetensi dan pendampingan usaha.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan materi pelatihan dilakukan berdasarkan potensi ekonomi daerah dan peluang kerja yang memiliki prospek untuk dikembangkan. Keterampilan sebagai barista, menjahit, maupun instalasi listrik dipilih karena memiliki peluang usaha yang luas dan dapat langsung diterapkan oleh peserta sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para ahli waris memiliki bekal keterampilan yang mampu meningkatkan kepercayaan diri, membuka peluang memperoleh penghasilan, dan pada akhirnya mampu melanjutkan kehidupan secara mandiri," ujar Trisna.





Komentar (0)