jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa kendaraan berat atau heavy-duty vehicles, khususnya truk, menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di sektor transportasi Indonesia.
Karena itu, percepatan dekarbonisasi armada logistik nasional dinilai menjadi langkah penting untuk mencapai target transisi energi.
BACA JUGA: Dorong Infrastruktur Tahan Bencana, Menko AHY: Saatnya Indonesia Membangun Lebih Baik
Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026 yang diselenggarakan WRI Indonesia, IFDA, dan CNN Indonesia di Jakarta.
"Penyumbang emisi karbon terbesar dari energi, lebih dari 50 persen. Dari sektor energi itu, kalau dibedah lagi, 22 persennya dari sektor transportasi. Dari transportasi tersebut, 89 persennya transportasi darat. Kalau kita bedah lagi, kontribusi kendaraan heavy-duty ini sangat signifikan. Misalnya jumlah truk mungkin hanya sekitar tiga persen, tetapi kontribusinya terhadap emisi karbon bisa mencapai 31 persen," ungkap AHY.
BACA JUGA: Kader Demokrat Aceh Kirim Surat Terbuka ke AHY, Ungkap Dugaan Intervensi Menjelang Musda
AHY menilai solusi yang harus ditempuh bukan hanya meningkatkan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga mempercepat elektrifikasi kendaraan berat, termasuk truk dan bus listrik.
Pemerintah juga terus mendorong pengembangan industri kendaraan listrik nasional melalui dukungan kebijakan, insentif, dan edukasi kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
BACA JUGA: Riding Bareng Pencinta Vespa Bandung, AHY Tegaskan Semangat Persaudaraan
"Semangatnya adalah bagaimana kita menggunakan energi yang lebih efisien, mempercepat elektrifikasi kendaraan, dan mengembangkan truk listrik maupun bus listrik produksi dalam negeri sebagai bagian dari solusi menuju transportasi rendah karbon," tegas AHY.
Selain mendukung target penurunan emisi, langkah tersebut juga diyakini akan memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengurangan konsumsi bahan bakar fosil sekaligus mendorong tumbuhnya industri kendaraan listrik dalam negeri yang semakin kompetitif. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif





Komentar (0)