Berbagai langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
IDXChannel - Transformasi sektor transportasi menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan Indonesia di masa depan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, saat ini Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, pertumbuhan tersebut akan meningkatkan kebutuhan energi dan tekanan terhadap lingkungan,"
"Karena itu, transformasi sektor transportasi menjadi kunci agar ketahanan energi, daya saing ekonomi, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan,” kata AHY, Jumat (24/7/2026).
Dia menambahkan, Pemerintah Indonesia terus memperkuat berbagai strategi untuk mewujudkan swasembada energi, mulai dari meningkatkan bauran biodiesel, mendorong eksplorasi dan peningkatan lifting minyak bumi, membangun kilang dan fasilitas penyimpanan energi, hingga memperluas pemanfaatan energi terbarukan.
Berbagai langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Namun, tantangan swasembada energi Indonesia tidak berhenti pada sisi produksi. Dalam lima tahun terakhir, konsumsi diesel nasional meningkat 24,5 persen, sementara produksi diesel domestik baru mampu memenuhi sekitar 51,6 persen kebutuhan nasional.
Kondisi tersebut turut membebani ruang fiskal pemerintah, dengan nilai subsidi dan kompensasi solar mencapai Rp415,84 triliun sepanjang 2019–2024.
Pemodelan awal WRI Indonesia juga menunjukkan bahwa tanpa upaya mengendalikan pertumbuhan permintaan, kebutuhan impor solar berpotensi kembali muncul mulai 2027 meskipun impor dihentikan pada 2026.
Menurut Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi, selama ini pembahasan kendaraan listrik lebih banyak dikaitkan dengan upaya menurunkan emisi gas rumah kaca. Padahal, bagi Indonesia, manfaat strategis hal itu jauh lebih luas.
"Pemodelan kami menunjukkan bahwa tanpa perubahan signifikan pada teknologi transportasi, kebutuhan diesel Indonesia dapat mencapai sekitar 87,5 juta kiloliter pada 2040," katanya.
Ia menyebut kapasitas produksi domestik diperkirakan 26,5 juta kiloliter.
"Artinya, peningkatan pasokan energi saja tidak akan cukup. Kita juga harus mulai mengelola permintaan energi, dan transformasi angkutan barang menjadi salah satu strategi terpenting untuk mewujudkan swasembada energi Indonesia," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)






Komentar (0)