KOMPAS.TV – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah rudal Amerika Serikat menghantam Kota Shalamcheh, Iran, yang berbatasan dengan Irak. Berdasarkan keterangan Wakil Gubernur Khuzestan, rudal menghantam area vital di dekat terminal penumpang perbatasan Shalamcheh. Serangan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sebelas orang lainnya terluka. Seluruh korban luka telah dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk menjalani perawatan.
Di sisi lain, kelompok Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Houthi menyatakan serangan dilakukan karena kedua kapal tersebut dituding melanggar blokade laut yang diberlakukan di perairan Laut Merah.
Sementara itu, IRGC merilis peluncuran rudal dan drone dalam operasi gabungan yang diklaim menargetkan pangkalan Raja Abdullah II dan Pangkalan Pangeran Hassan milik Amerika Serikat di Yordania. Iran juga mengklaim menargetkan fasilitas penunjang pesawat F-15 serta menghancurkan drone MQ-9 dan merusak helikopter Amerika Serikat di dalam hanggar.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menyatakan Iran "akan membayar harga yang mahal" atas serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat. Dalam perkembangan tersebut, empat tentara Amerika Serikat dilaporkan gugur, terdiri atas dua prajurit Angkatan Darat yang tewas akibat serangan rudal dan pesawat tanpa awak Iran di Yordania, satu prajurit yang sebelumnya dilaporkan hilang di Yordania, serta satu prajurit lainnya yang gugur di Irak.
Dalam dialog KompasTV, perkembangan konflik ini dibahas bersama pakar geopolitik dan keamanan nasional Wibawanto Nugroho Widodo serta Dosen International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi.
#Iran #AmerikaSerikat #TimurTengah #Houthi #DonaldTrump #Yordania
Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.914, tapi Konflik AS-Iran Bayangi Pergerakan Nilai Tukar
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- dialog
- iran
- as
- perang
- konflik
- TimurTengah






Komentar (0)