QRIS Antarnegara Cetak Net Inbound Rp1,52 Triliun

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan layanan QRIS antarnegara mencatat net inbound sebesar Rp1,52 triliun pada triwulan II-2026. Capaian tersebut berasal dari transaksi inbound senilai Rp1,85 triliun dan transaksi outbound sekitar Rp330 miliar.

Inbound merupakan transaksi yang dilakukan pengguna luar negeri di Indonesia, sedangkan outbound adalah transaksi pengguna Indonesia di luar negeri.

"Kondisi ini mencerminkan QRIS antarnegara memang mempermudah transaksi pembayaran lintas negara," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.

Filianingsih mengatakan kinerja positif QRIS antarnegara menunjukkan layanan tersebut semakin banyak dimanfaatkan oleh warga negara lain yang berkunjung ke Indonesia.

Menurut dia, penggunaan QRIS antarnegara turut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor ekonomi lainnya.
 

Baca Juga :

Waspada QRIS Palsu, Kenali Modus Penipuan dan Cara Menghindarinya


(Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: MI/Ramdani)
  BI jajaki kerja sama dengan India hingga Arab Saudi
Bank Indonesia terus memperluas kerja sama sistem pembayaran lintas negara. Filianingsih mengungkapkan BI saat ini masih melanjutkan pembahasan kerja sama pembayaran digital dengan India. Selain itu, diskusi yang lebih mendalam juga telah dilakukan dengan Arab Saudi dan Hong Kong.

"Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan, karena implementasinya tentu harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritasnya," kata Filianingsih.

Secara keseluruhan, BI mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap menunjukkan pertumbuhan pada triwulan II 2026, didukung sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.

Volume transaksi pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet mencapai 16,07 miliar transaksi, meningkat 36,88 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Secara rinci, volume transaksi melalui internet tumbuh 16,88 persen (yoy), sedangkan transaksi melalui aplikasi mobile meningkat 31,39 persen (yoy).

Adapun transaksi QRIS mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 100,12 persen (yoy) pada triwulan II-2026. BI menyebut capaian tersebut didorong oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.
  BI-FAST dan BI-RTGS catatkan pertumbuhan
Dari sisi infrastruktur sistem pembayaran, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi, tumbuh 38,09 persen (yoy) dengan nilai transaksi sebesar Rp3.777 triliun.

Sementara itu, volume transaksi bernilai besar melalui BI-RTGS tercatat 2,63 juta transaksi, naik 13,03 persen (yoy). Nilai transaksi yang diproses melalui sistem tersebut mencapai Rp53.492 triliun, atau meningkat 12,66 persen (yoy).

Di sisi pengelolaan uang rupiah, BI melaporkan uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh 14,03 persen (yoy) menjadi Rp1.315 triliun pada triwulan II-2026.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya sebut Panda Bond bantu kurangi ketergantungan dolar
• 3 jam lalu
0
thumb
IDI Lampung Sebut Dokter Magang yang Wafat di Metro Diduga Meninggal karena Penyakit Penyerta
• 3 jam lalu
0
thumb
Bakom Sebut 4 dari 10 Siswa Alami Gigi Berlubang, Anemia hingga Obesitas
• 11 jam lalu
0
thumb
Kepala BP BUMN-Sucofindo Bertemu Bahas Strategi Cegah Under Invoicing
• 2 jam lalu
0
thumb
Sudaryono Ungkap Pesan Khusus Prabowo Usai Dilantik Jadi Kepala BGN
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.