Kualitas Aset Makin Kinclong, NPL Bank Mandiri Turun Jadi 0,98%

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok Bank Mandiri

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menegaskan pertumbuhan kredit yang tinggi sepanjang semester I-2026 diimbangi dengan kualitas aset yang semakin sehat.

Hal ini tercermin dari berbagai indikator risiko yang terus membaik, mulai dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), loan at risk (LAR), hingga special mention loan (SML).

Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengatakan rasio loan at risk (LAR) terus menunjukkan tren perbaikan. Hingga kuartal II-2026, LAR turun 1,13 poin persentase secara tahunan menjadi 5,93%.


Perbaikan juga terlihat pada rasio special mention loan (SML) atau kredit kolektibilitas 2 yang turun 5,3 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 2,89%.

"Komitmen Bank Mandiri pada kualitas aset yang sehat tercermin dari rasio LAR yang terus membaik dari tahun ke tahun. Penurunan ini juga sejalan dengan perbaikan rasio SML," ujar Danis dalam paparan kinerja semester I-2026, Kamis (23/7/2026).

Selain itu, rasio non-performing loan (NPL) Bank Mandiri juga terus membaik menjadi 0,98% pada kuartal II-2026, turun 10 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Danis, kualitas aset yang terjaga turut didukung oleh pencadangan yang kuat sehingga biaya risiko atau cost of credit (CoC) tetap berada pada level yang optimal, yakni 0,52% hingga kuartal II-2026.

Baca: Jadi Penopang, Kredit Bank Mandiri ke Pemerintah & BUMN Melonjak 41,6%

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengungkapkan perseroan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 19,9% secara tahunan menjadi Rp1.592 triliun hingga kuartal II-2026, hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,1% yoy juga berada di atas rata-rata industri. Menurut Riduan, pertumbuhan bisnis tersebut tetap dijalankan secara pruden dengan menjaga kualitas aset agar tetap sehat.

"Kinerja dan fundamental solid tersebut membuat kami optimistis Bank Mandiri dapat menghadirkan kontribusi yang positif, sehat, dan signifikan dalam memperkuat sekaligus mendorong ekonomi nasional yang berkelanjutan," ujar Riduan.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: 100 Tahun Panas Bumi RI, PGE Kebut Bangun Geotermal Sebagai EBT

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tito Karnavian Ultimatum ASN Ketahuan Main Judi Online, Siap-siap Disanksi Turun Jabatan hingga Pidana
• 18 jam lalu
0
thumb
IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, BI Jadi Penopang di Tengah Konflik Geopolitik
• 12 jam lalu
0
thumb
BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal
• 13 jam lalu
0
thumb
Yusril Menegaskan Deportasi Buronan Interpol Abdul Karim Tidak Mengubah Komitmen Indonesia terhadap Palestina
• 18 jam lalu
0
thumb
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Febrie
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.