IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, BI Jadi Penopang di Tengah Konflik Geopolitik

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (23/7), meski investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek di tengah sentimen global yang masih bergejolak.

MNC Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih berada dalam fase penguatan. Meski pada perdagangan sebelumnya indeks terkoreksi 0,09 persen ke level 6.334 disertai tekanan jual, koreksi tersebut masih tertahan di area rata-rata pergerakan (MA60).

"Dengan posisi tersebut, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji area 6.441 hingga 6.545. Namun, tetap cermati potensi koreksi jangka pendek menuju area 6.202-6.282," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya seperti yang dikutip kumparan, Kamis (23/7).

MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG di 6.111 dan 5.839, sementara level resistance berada di 6.377 dan 6.599. Adapun saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini meliputi AADI, CUAN, PTBA, dan VKTR.

Senada, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG cenderung bergerak dalam fase konsolidasi sehat setelah reli yang sempat tertahan akibat aksi ambil untung (profit taking).

Secara teknikal, indeks ditutup tepat di MA60 dan membentuk pola bearish doji star, sementara indikator Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal positif meski volume transaksi mulai menurun.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen menjadi sentimen positif karena mampu mengurangi ketidakpastian kebijakan moneter serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Meski demikian, ruang penguatan IHSG diperkirakan belum terlalu agresif karena pasar masih dibayangi arus keluar dana asing," tulis Nafan.

Tercatat, investor asing membukukan jual bersih Rp1,11 triliun pada perdagangan sebelumnya. Sepanjang tahun berjalan (year to date), nilai jual bersih asing telah mencapai Rp90,52 triliun, sementara IHSG masih terkoreksi 26,74 persen.

Dari eksternal, perhatian pasar masih tertuju pada konflik Amerika Serikat dan Iran yang terus berlanjut. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak Brent menembus USD 95 per barel sehingga memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan meningkatnya tekanan inflasi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga terus mencermati prospek kebijakan suku bunga The Fed serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury). Kombinasi sentimen tersebut turut menekan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi sekitar 0,16 persen menjadi Rp17.917 per USD.

Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.261 dan 6.137, sedangkan level resistance berada di 6.416 dan 6.546. Investor disarankan mengakumulasi saham-saham berfundamental kuat, bervaluasi murah, serta mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin.

-

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ipswich Town Rekrut Bek Maroko Issa Diop
• 20 jam lalu
0
thumb
Jangan Terlewat! Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka hingga 28 Juli 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR Bahas Reforma Agraria-Hak Masyarakat Adat
• 3 jam lalu
0
thumb
Sirnas C Pupuk Kaltim Open Diikuti 673 Atlet dari 15 Provinsi, Sport Tourism Ikut Terdongkrak
• 23 jam lalu
0
thumb
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim Putuskan Pemeriksaan Perkara Ijazah Jokowi Tidak Dilanjutkan
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.