HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (IKA Smansa) Makassar Angkatan 1981 menggelar program bertajuk “45 Menit Bersama Alumni Smansa ’81” di SMA Negeri 1 Makassar, Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan 45 tahun reuni alumni Smansa ’81 dengan menghadirkan para alumni lintas profesi untuk berbagi pengalaman dan motivasi kepada siswa kelas XII.
Berbeda dengan seminar pada umumnya, para alumni tidak memberikan materi di aula, melainkan masuk langsung ke ruang kelas.
Selama satu jam pelajaran atau sekitar 45 menit, setiap alumni berinteraksi dengan satu kelas agar penyampaian materi berlangsung lebih dekat dan komunikatif.
Ketua IKA Smansa ’81 Makassar, Prof. Anis Anwar Makkatutu, Sp.KK, mengatakan kegiatan tersebut diberi nama 45 menit bersama Alumni Smansa ’81 sebagai bentuk kepedulian alumni terhadap siswa mereka yang sedang mempersiapkan masa depan.
“Jadi salah satu kegiatan dalam rangka memperingati 45 tahun reuni Smansa ’81, kita adakan anjangsana ke SMA Negeri 1 dengan nama 45 menit Bersama Siswa Smansa ’81,” ujarnya.
Menurut Prof. Anis, materi yang diberikan tidak berisi pelajaran akademik, melainkan motivasi dan wawasan mengenai kehidupan setelah lulus sekolah, termasuk bagaimana menentukan arah pendidikan dan karier.
“Kita memberikan materi motivasi kepada adik-adik kita bagaimana supaya mereka memiliki wawasan ke depan untuk mengantisipasi kehidupannya. Karena itu kita hadirkan teman-teman angkatan ’81 yang sudah berhasil agar bisa menjadi referensi bagi mereka,” katanya.
Ia menjelaskan, para siswa diperkenalkan pada berbagai kisah sukses alumni beserta proses perjuangan yang mereka lalui hingga mampu mencapai posisi di bidang masing-masing.
“Pengalaman tersebut diharapkan menjadi inspirasi sekaligus gambaran nyata bagi siswa dalam merancang masa depan,” ucapnya.
Prof. Anis menegaskan, alumni yang dilibatkan berasal dari berbagai latar belakang profesi sehingga siswa memperoleh perspektif yang lebih luas.
Tidak hanya dari dunia kesehatan, tetapi juga sektor usaha, hukum, teknik, pemerintahan, perbankan hingga organisasi nonpemerintah.
“Ada pengusaha, NGO, hukum, dokter, teknik, bank, ASN Pemprov. Jadi memang bukan hanya satu disiplin ilmu, tetapi kita melihat secara keseluruhan bagaimana mereka bisa memilih jalan hidupnya,” jelasnya.
Sekretaris IKA Smansa 81, Achmad Habib mengatakan sebanyak 12 alumni ditugaskan menjadi pemateri karena kegiatan difokuskan pada siswa kelas XII yang terdiri atas 12 rombongan belajar.
Setiap kelas mendapatkan satu pemateri dengan didampingi seorang pendamping sehingga interaksi berlangsung lebih efektif.
“Karena kelas XII ada 12 kelas, maka kita siapkan 12 pemateri. Kita memang tidak kumpulkan di aula, tetapi masuk langsung ke kelas sehingga suasananya lebih nyata seperti proses belajar mengajar,” ungkapnya.
Kepala SMA Negeri 1 Makassar, Drs. H. Sulihin Mustafa, mengapresiasi inisiatif para alumni yang kembali ke sekolah untuk berbagi pengalaman kepada para siswa. Menurutnya, kehadiran alumni sukses dapat menjadi motivasi sekaligus membuka wawasan peserta didik tentang beragam pilihan masa depan.
Ia mengatakan setiap siswa memiliki potensi yang berbeda sehingga tidak harus mengejar profesi yang sama. Justru keberagaman cita-cita menjadi modal penting dalam membangun masyarakat.
“Kadang ada anak yang belum menyadari potensi dan kemampuannya. Padahal kalau semua jadi dokter, siapa yang menjadi pasien? Karena itu saya selalu menyampaikan bahwa setiap orang memiliki jalan sukses masing-masing,” tuturnya.
Sulihin juga mengaku bersyukur kegiatan tersebut dapat terlaksana melalui kolaborasi dengan Ikatan Alumni Smansa ’81. Menurutnya, menghadirkan para profesor dan alumni yang telah sukses dari berbagai bidang secara bersamaan bukan perkara mudah apabila dilakukan secara individu.
Salah Satu Alumni Smansa 81 yang ikut mengajar di kelas, ada Danny Pomanto mengatakan melalui program “45 Menit Bersama Alumni Smansa ’81”, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh motivasi, tetapi juga memiliki gambaran nyata mengenai berbagai pilihan pendidikan dan profesi.
“Kehadiran alumni di dalam kelas diharapkan menjadi inspirasi agar siswa lebih percaya diri dalam merencanakan masa depan sesuai minat, bakat, dan potensi yang dimiliki,” tutur mantan wali kota Makassar tersebut.(wis)





Komentar (0)