Anaknya Viral Flexing, Pejabat Setdakab Gayo Lues Minta Maaf

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Beredar video memperlihatkan gaya hidup mewah atau flexing seorang wanita berinisial SZ di Kabupaten Gayo Lues, salah satu daerah di Aceh yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada November 2025.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak SZ memamerkan mobil Mitsubishi Pajero Sport dan sejumlah jerigen diduga berisi minyak solar. Selain itu, SZ juga tampak mengunggah foto tiket pesawat penerbangan ke luar negeri, yakni Korea, Inggris, Paris, dan Jerman. Bahkan SZ juga memamerkan daftar harga mobil baru yang jadi incarannya.

"Hidup kadang di Paris, Inggris, Jerman," demikian salah satu potingan SZ di akun media sosialnya.

Belakangan diketahui SZ merupakan anak dari Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, dr. Nevirizal.

Dalam keterangannya, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf atas sikap anaknya tersebut.

"Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Gayo Lues," kata Nevirizal dalam keterangan yang diterima kumparan, Kamis (23/7).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah dan masyarakat Gayo.

"Saya memohon maaf kepada pemerintah dan masyarakat yang merasa tersakiti. Ini memang merupakan ketidaksengajaan anak kami, mungkin karena pemikirannya belum sampai ke situ," kata Nevirizal.

Nevirizal menjelaskan, unggahan yang dipersoalkan merupakan dokumentasi perjalanan keluarga pada pertengahan 2025, sebelum bencana alam pada akhir tahun terjadi.

Menurutnya, saat itu anak dan istrinya pergi ke Korea Selatan untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata.

"Unggahan itu merupakan dokumentasi perjalanan tahun lalu. Anak dan istri saya pergi ke Korea Selatan pada pertengahan 2025 untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata," jelasnya.

Hingga kini, unggahan tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial dan memicu tanggapan miring warganet. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues belum menyampaikan keterangan resmi terkait polemik yang berkembang.

Adapun bencana alam di Aceh pada November 2025 dipicu cuaca ekstrem akibat siklon Senyar yang diperparah oleh degradasi lingkungan. Hingga kini, upaya rehabilitasi dan pemulihan pascabencana masih terus berlangsung.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Airlangga: PFII Bukan untuk Dana Gelap
• 22 jam lalu
0
thumb
Sinopsis Drama China Love in Red Dust yang Dirumorkan Tayang 21 Agustus 2026, Kisah Balas Dendam Wang Xing Yue dan Xu Ruo Han
• 7 jam lalu
0
thumb
Indonesia Beli 12 Jet Tempur Latih M-346F Produksi Italia
• 9 jam lalu
0
thumb
Pegawai DLH Karanganyar Ditemukan Tewas di TPS Usai Empat Hari Hilang
• 1 jam lalu
0
thumb
URI Dipimpin Gubernur, Kok Bukan Rektor? Ini Alasannya
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.