WNI yang Kabur dari Rombongan Tur di Korsel Ternyata Ada di Ansan

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Femas Yani Arianto (22), peserta tur asal Madiun yang memisahkan diri dari rombongan saat tur di Korea Selatan, kini keberadaan di Kota Ansan, Provinsi Gyeonggi.

“Sudah, sudah, ada di Ansan ya,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Heni Hamidah saat ditemui di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Baca juga: WNI Kabur Saat Tur di Korsel, Dirjen Imigrasi Pastikan Negara Tetap Beri Perlindungan

Heni menyampaikan, Kemenlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat masih berkoordinasi dengan otoritas setempat.

“Kita juga menghargai aturan mereka. Kita akan ikut dengan aturan setempat terkait penanganan oknum ini,” ujar dia.

Meski begitu, Heni belum mengetahui apakah insiden tersebut akan berdampak terhadap Indonesia.

Baca juga: Pengakuan Ibu Femas: Tak Tahu Anaknya Pergi ke Korsel, Kini Dituntut Ganti Rugi Rp 50 Juta

Diketahui, WNI yang ingin berwisata ke Korea Selatan kini bisa menikmati fasilitas bebas visa (tanpa biaya visa) dengan syarat bepergian secara berkelompok minimal 3 orang melalui agen perjalanan resmi yang ditunjuk, berlaku hingga 31 Desember 2026

“Kalau sampai saat ini belum ya. Memang ada ketentuan dua persen, sekian persen, kalau misalnya ada yang melanggar, mereka akan kena denda untuk tour travel-nya. Tapi ini masih belum, kita lihat ya,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Femas Yani Arianto (22), peserta tur asal Madiun yang memisahkan diri dari rombongan, diduga sempat bekerja secara ilegal di Korea Selatan.

Hal itu dilakukan pria asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, setelah diduga memisahkan diri secara sengaja dari rombongan tur sejak hari pertama perjalanan di Korea Selatan.

Baca juga: Keluarga Pria Madiun yang Kabur Saat Tur di Korsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Tutupi Informasi

Diketahui, Femas dipastikan telah melebihi izin tinggal atau overstay. Sebab, izin tinggalnya berakhir pada 13 Juli 2026.

CEO Berani Backpacker, Fariz Ragil Ramadhani mengatakan, dugaan bahwa Femas sempat bekerja secara ilegal tersebut diperoleh berdasarkan informasi yang diterima dari komunitas warga negara Indonesia (WNI) di Korea Selatan.

"Kami mulai melacak keberadaan Femas sejak hari pertama laporan diterima. Berdasarkan informasi dari komunitas WNI di sana, dia sempat bekerja, tetapi tidak betah," ujar Fariz, Senin (20/7/2026), dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Agen Travel Ungkap Kejanggalan Keterangan Keluarga Pria Madiun yang Diduga Kabur di Korsel

Menurut Fariz, hasil penelusuran menunjukkan Femas sempat berpindah-pindah lokasi setelah meninggalkan tempat kerjanya.

Salah satu lokasi yang sempat terlacak ialah berada di sebuah tempat ibadah di Provinsi Gyeonggi-do.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Aparat kepolisian di Korea Selatan pun sempat mendatangi tempat ibadah tersebut. Namun, Femas diduga bersembunyi di dalam, sehingga tidak bisa mengamankannya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pontianak alokasikan anggaran khusus anak penderita kanker dan jantung
• 9 jam lalu
0
thumb
Mobil Alphard Bupati Lombok Barat Disita KPK, Diduga Hasil Gratifikasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Gencarkan Edukasi Cegah Stunting, Kesehatan Gigi, Kosmetik Aman, dan Pernikahan Dini di Sidrap
• 6 jam lalu
0
thumb
Case Closed! Eksepsi Dokter Tifa Bikin Jokowi Aman dari Sidang Ijazah
• 12 jam lalu
0
thumb
Trump Pertimbangkan Luncurkan Serangan ke Iran: Lebih Besar dari Sebelumnya
• 33 menit lalu
0
Berhasil disimpan.