HARIAN.FAJAR.CO.ID, SIDRAP- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 melaksanakan serangkaian program edukasi kesehatan di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Berbagai kegiatan tersebut menyasar remaja hingga anak usia sekolah sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Program yang dilaksanakan meliputi edukasi pencegahan stunting sejak remaja melalui REMAJA SIAP, kampanye pencegahan pernikahan dini melalui CERDAS, penyuluhan penggunaan kosmetik aman dengan prinsip CEK KLIK BPOM, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut disertai pemeriksaan gigi dan Topical Application Fluoride (TAF) bagi siswa sekolah dasar.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah REMAJA SIAP (Remaja Siap Cegah Stunting) yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Baranti, Kelurahan Duampanua, Rabu (22/7/2026). Program yang digagas Widiastuti Damansyah, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Unhas, bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa remaja.
Sebanyak 38 siswi kelas X dan XII mengikuti kegiatan yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi mengenai stunting, gizi seimbang, pencegahan anemia melalui konsumsi makanan sumber zat besi dan Tablet Tambah Darah (TTD), kesehatan reproduksi, hingga kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki masa kehamilan.
Materi dikemas secara interaktif melalui permainan kartu mitos dan fakta sehingga peserta dapat mengidentifikasi berbagai informasi keliru yang berkembang di masyarakat, seperti anggapan stunting hanya disebabkan kurang makan, Tablet Tambah Darah menyebabkan kegemukan, atau menstruasi menjadi tanda seseorang siap hamil.
“Kesehatan remaja putri saat ini akan menentukan kualitas generasi yang akan datang. Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum kehamilan,” ujar Widiastuti.
Kegiatan tersebut turut dihadiri TP-PKK Kecamatan Baranti, TP-PKK Kelurahan Duampanua, serta perwakilan Puskesmas Baranti. Lurah Duampanua mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sekaligus mendorong pencegahan pernikahan usia dini.
Upaya tersebut diperkuat melalui program CERDAS (Cegah Pernikahan Dini untuk Generasi Sehat Bebas Stunting) yang dilaksanakan di Desa Sipodeceng. Program ini diprakarsai Adela Putri Rosa, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas.
Program CERDAS hadir sebagai respons terhadap data register ibu hamil Desa Sipodeceng tahun 2025–2026 yang mencatat sebanyak 7 dari 38 ibu hamil atau sekitar 18,42 persen berusia di bawah 21 tahun. Kondisi tersebut meningkatkan risiko anemia, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), hingga stunting.
Melalui penyuluhan interaktif selama sekitar 90 menit, peserta memperoleh materi mengenai dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi akibat pernikahan dini, kesehatan reproduksi, serta pentingnya merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang. Kegiatan juga diawali pre-test dan diakhiri post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta.
Selain isu stunting, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas juga memberikan edukasi mengenai penggunaan kosmetik yang aman melalui program “Bijak Memilih Kosmetik: Edukasi Penggunaan Kosmetik Aman Sesuai BPOM” di MAN Sidenreng Rappang.
Program yang diinisiasi Siti Nur Jannah dari Program Studi Farmasi Unhas ini diikuti 38 siswa kelas X dan XI, guru, TP-PKK Kelurahan Duampanua, tenaga Puskesmas Baranti, serta tenaga Pustu.
Peserta mendapatkan edukasi mengenai bahaya kosmetik yang mengandung bahan berbahaya serta penerapan prinsip CEK KLIK BPOM (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Mahasiswa juga mendemonstrasikan cara memeriksa nomor izin edar melalui laman resmi BPOM agar peserta mampu menjadi konsumen yang lebih cerdas dan terhindar dari kosmetik ilegal.
Sementara itu, di SDN 2 Passeno, Desa Sipodeceng, mahasiswa KKN melaksanakan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan gigi, demonstrasi sikat gigi bersama, serta pengaplikasian Topical Application Fluoride (TAF) kepada siswa yang memenuhi indikasi.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini sekaligus menekan angka kejadian karies. Fluoride yang diaplikasikan berfungsi memperkuat lapisan email gigi, meningkatkan ketahanan terhadap serangan asam penyebab karies, serta membantu proses remineralisasi pada kerusakan gigi tahap awal.
Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat. Antusiasme peserta terlihat selama penyuluhan, sesi diskusi, hingga praktik yang dilakukan secara langsung.
Melalui berbagai program tersebut, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi sejak usia dini.
Program-program ini juga menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan remaja, kesehatan gigi dan mulut, serta perlindungan masyarakat melalui penggunaan produk kosmetik yang aman. (*/)






Komentar (0)