JAKARTA, DISWAY.ID - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 menghadirkan wajah baru dunia pendidikan, seperti ditunjukkan di SMAN 5 Kota Bekasi dan SMK Negeri 8 Jakarta.
Keduanya, sama-sama menegaskan komitmen Kemendikdasmen untuk menghapus praktik perploncoan, menggantinya dengan pendekatan ramah, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Kedua sekolah tersebut menggelar MPLS Ramah selama 5 hari yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, sekaligus memperkuat kolaborasi antara siswa, guru, OSIS, hingga orang tua.
Ketua Pelaksana MPLS Ramah SMAN 5, Fairuzeta Maylashalna Putri (Salna), menekankan bahwa antusiasme siswa baru menjadi modal utama keberhasilan adaptasi.
Sejak hari pertama, aturan disiplin diterapkan dengan tegas, siswa wajib hadir pukul 06.25 WIB agar upacara dimulai tepat waktu.
Namun, berbeda dari masa lalu, keterlambatan tidak lagi dihukum dengan cara fisik dan sebagai gantinya, siswa diminta mengikuti senam bersama.
“Hukuman selain senam tidak ada yang bersifat fisik. Kalau ada pelanggaran biasanya hanya pencatatan nama. Kalau terlambat lebih dari tiga kali, siswa akan dipulangkan sesuai aturan sekolah,” ujar Salna.
BACA JUGA:MPLS Ramah SMPN 8 Tangerang Selatan Tinggalkan Tradisi Perpeloncoan
Pendekatan ini bukan sekadar konsekuensi, melainkan sarana menjaga kebugaran sekaligus menanamkan kesadaran menghargai waktu.
MPLS Ramah di SMAN 5 juga menghadirkan program baru yang unik. Ada 5 Coffee Art untuk melatih kreativitas siswa, serta 5 Speak with Soul yang mengajarkan dasar bahasa isyarat sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas.
Selain itu, siswa dibekali edukasi dari TNI dan Polri mengenai bahaya judi online dan narkoba.
Ketua OSIS, Fahmi Hafidh Husnan, menegaskan bahwa konsekuensi keterlambatan pun dibuat bertahap yaitu toleransi pertama, konsekuensi internal kedua, dan pemulangan pada keterlambatan ketiga.
“Senam membuat mereka memahami bahwa waktu mereka terbuang karena terlambat. Seharusnya waktu itu bisa digunakan untuk mengikuti kegiatan sekolah sejak pagi,” jelas Fahmi.
Wakil Kepala SMAN 5 Bidang Kesiswaan, Safrudin, menegaskan bahwa MPLS Ramah tahun ini sepenuhnya bebas perploncoan.
“Kami ingin MPLS Ramah menjadi kegiatan yang ceria, penuh makna, dan mampu membentuk siswa yang berkarakter, mampu bersosialisasi, serta menghormati guru maupun orang tua,” ujarnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »
- Last






Komentar (0)