Kabul (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Masyarakat Afghanistan pada Selasa (21/7) menandatangani kontrak senilai 5,3 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.909) dengan organisasi internasional Action Against Hunger (AAH) untuk memperkuat upaya vaksinasi polio oral di dua provinsi terpencil di wilayah selatan, Uruzgan dan Helmand.
Kontrak berdurasi satu tahun tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas, cakupan dan aksesibilitas layanan imunisasi.
Dalam perjanjian itu, sebanyak 487.156 penduduk akan memperoleh layanan vaksin polio oral melalui 50 fasilitas kesehatan. Sementara 422 lapangan kerja baru di sektor kesehatan akan dibuka bagi masyarakat setempat.
Inisiatif tersebut diluncurkan pada waktu yang penting ketika sektor kesehatan Afghanistan masih rapuh.
Komunitas di daerah terpencil dan pegunungan masih menghadapi berbagai kendala untuk mengakses layanan kesehatan akibat buruknya infrastruktur, terbatasnya sarana transportasi, serta krisis pasokan medis esensial dan tenaga kesehatan terlatih yang parah.
Polio masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Afghanistan, salah satu dari sedikit negara di dunia di mana virus polio liar (wild poliovirus) masih bersifat endemik.
Perluasan cakupan vaksinasi di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dinilai penting untuk memutus rantai penularan dan melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan tersebut.
Kontrak berdurasi satu tahun tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas, cakupan dan aksesibilitas layanan imunisasi.
Dalam perjanjian itu, sebanyak 487.156 penduduk akan memperoleh layanan vaksin polio oral melalui 50 fasilitas kesehatan. Sementara 422 lapangan kerja baru di sektor kesehatan akan dibuka bagi masyarakat setempat.
Inisiatif tersebut diluncurkan pada waktu yang penting ketika sektor kesehatan Afghanistan masih rapuh.
Komunitas di daerah terpencil dan pegunungan masih menghadapi berbagai kendala untuk mengakses layanan kesehatan akibat buruknya infrastruktur, terbatasnya sarana transportasi, serta krisis pasokan medis esensial dan tenaga kesehatan terlatih yang parah.
Polio masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Afghanistan, salah satu dari sedikit negara di dunia di mana virus polio liar (wild poliovirus) masih bersifat endemik.
Perluasan cakupan vaksinasi di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dinilai penting untuk memutus rantai penularan dan melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan tersebut.





Komentar (0)