JAKARTA, KOMPAS.com - Rentetan misteri dan teka-teki masih menyelimuti kasus dugaan penculikan seorang atlet golf perempuan bernama Jesslyn Wijaya di sebuah restoran wilayah Jakarta Pusat.
Seiring berjalannya penyelidikan kepolisian, berbagai fakta terkait penjemputan paksa itu mulai terkuak.
Namun, kepingan fakta itu justru membuat kasus semakin rumit.
Baca juga: Penjelasan Lengkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya di Restoran Jakpus
Hilang di acara ulang tahun nenekDugaan penculikan ini bermula pada Senin (13/7/2026) malam di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat sekitar pukul 19.30 WIB.
Evan (37), calon suami Jesslyn, mengantarkan Jesslyn ke restoran sekitar pukul 19.00 WIB untuk menghadiri ulang tahun sang nenek, lalu langsung beranjak pergi.
"Terakhir komunikasi itu jam 19.00 WIB malam pada begitu dia sampai, dia WA saya untuk bicara. Kemudian saya balas, setelah itu tidak ada respons apa-apa lagi dari Jesslyn," ucap Evan saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Karena curiga pesannya tak kunjung dibalas, Evan kembali ke restoran pada pukul 21.30 WIB dan mendapati Jesslyn sudah tidak ada.
Berdasarkan informasi yang ia terima dari pegawai restoran pada malam itu, sekitar pukul 19.30 WIB Jesslyn dibawa secara paksa oleh lima pria berbadan besar, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai.
"Menurut keterangan dari pegawai restoran juga, dia pada saat dibawa paksa itu ada permintaan tolong, kemudian ada perlawanan dari Jesslyn juga," ujar Evan.
Baca juga: Polisi Benarkan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Dijemput Paksa dari Restoran, Kini Terlacak Berada di Malaysia
Dua versi kesaksian di restoranNamun, keterangan berbeda didapat ketika Kompas.com mewawancarai langsung Supervisor Restoran Saung Kita, Dimas Firmansah.
Menurut dia, insiden yang terjadi di area ruangan merokok itu berlangsung sangat cepat tanpa keributan.
"Iya memang benar ada (Jesslyn dijemput beberapa orang), tapi enggak ada keributan. Itu kejadian singkat banget, dia dijemput kemudian masuk ke mobil. Dibawa aja gitu, enggak dipaksa," ucap Dimas.
Dimas menyebut, salah satu pria penjemput bahkan sempat menenangkan karyawannya dan menyebut sang ibunda telah menunggu Jesslyn di mobil.
"Dia tuh bilang ada konfirmasi ke resepsionis, 'Jangan panik Mbak, ini hanya sekedar masalah keluarga'," kata Dimas.
Keluarga Jesslyn yang berada di meja yang sama juga tak menunjukkan kepanikan.






Komentar (0)