Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Belarus berupaya mengembangkan kerja sama ekonomi jangka panjang dengan Indonesia, terutama antarpelaku usaha (business-to-business), melalui partisipasi 18 produsen produk agrikultur dan pangan asal Belarus dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026.
Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus Alexander Yakovchits menyatakan, negaranya merupakan salah satu eksportir utama produk-produk olahan susu (dairy products) di dunia, termasuk mentega dan keju.
“Kami melihat ada juga ketertarikan dari (para pelaku usaha di) sini (terhadap produk-produk Belarus). Kami berharap untuk bisa bekerja sama dalam rangka kemitraan strategis dan (menjaga) ketahanan pangan,” katanya saat ditemui dalam ajang FHI 2026 di Jakarta, Selasa.
Ia menyatakan, saat ini 17 perusahaan Belarus sudah dinyatakan lulus akreditasi untuk melaksanakan kegiatan ekspor ke Indonesia.
“Dan dengan ditandatanganinya FTA (Free Trade Agreement) untuk Eurasian countries oleh Indonesia pada bulan Desember lalu, hal tersebut tentu saja membuat Indonesia dan Belarus memiliki potensi kerja sama yang lebih besar lagi,” ucap Alexander Yakovchits.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Duta Besar (Dubes) Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski berharap kehadiran produsen keju, kue, cokelat, hingga minuman dari negaranya dalam gelaran FHI 2026 dapat meningkatkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Belarus.
“Kami melihat adanya potensi yang besar dalam pameran ini karena kami dapat bertemu mitra baru dan menghasilkan perjanjian (kerja sama) baru, membentuk kemitraan baru dengan perusahaan Indonesia, dan tentu saja, ini adalah peluang besar untuk meningkatkan perdagangan bilateral kami,” ujarnya.
Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) pada 21 Desember 2025. Eurasian Economic Union (EAEU) merupakan blok kerja sama ekonomi regional yang beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan.
Baru-baru ini, Indonesia dan Belarus juga telah menyepakati tujuh kerja sama prioritas saat Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko berkunjung ke Indonesia pada 1-2 Juli lalu.
Kesepakatan tersebut termasuk kerja sama industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus; kerja sama bidang kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan Republik Belarus; serta kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Nasional Belarus.
Selain itu, terdapat juga kerja sama bidang kesehatan antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Republik Belarus; perjanjian atas kerja sama ilmiah dan teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus.
Kemudian, kerja sama pertukaran laporan intelijen terkait pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal antara PPATK Republik Indonesia dengan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus tentang Kerja sama; serta bidang akreditasi nasional antara Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dengan Republican Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation.
Baca juga: Belarus harap dapat segera buka rute penerbangan langsung ke Indonesia
Baca juga: Belarus pasok produk olahan susu untuk program MBG
Baca juga: Peta jalan RI-Belarus, arah baru diplomasi ekonomi Indonesia
Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus Alexander Yakovchits menyatakan, negaranya merupakan salah satu eksportir utama produk-produk olahan susu (dairy products) di dunia, termasuk mentega dan keju.
“Kami melihat ada juga ketertarikan dari (para pelaku usaha di) sini (terhadap produk-produk Belarus). Kami berharap untuk bisa bekerja sama dalam rangka kemitraan strategis dan (menjaga) ketahanan pangan,” katanya saat ditemui dalam ajang FHI 2026 di Jakarta, Selasa.
Ia menyatakan, saat ini 17 perusahaan Belarus sudah dinyatakan lulus akreditasi untuk melaksanakan kegiatan ekspor ke Indonesia.
“Dan dengan ditandatanganinya FTA (Free Trade Agreement) untuk Eurasian countries oleh Indonesia pada bulan Desember lalu, hal tersebut tentu saja membuat Indonesia dan Belarus memiliki potensi kerja sama yang lebih besar lagi,” ucap Alexander Yakovchits.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Duta Besar (Dubes) Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski berharap kehadiran produsen keju, kue, cokelat, hingga minuman dari negaranya dalam gelaran FHI 2026 dapat meningkatkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Belarus.
“Kami melihat adanya potensi yang besar dalam pameran ini karena kami dapat bertemu mitra baru dan menghasilkan perjanjian (kerja sama) baru, membentuk kemitraan baru dengan perusahaan Indonesia, dan tentu saja, ini adalah peluang besar untuk meningkatkan perdagangan bilateral kami,” ujarnya.
Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) pada 21 Desember 2025. Eurasian Economic Union (EAEU) merupakan blok kerja sama ekonomi regional yang beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan.
Baru-baru ini, Indonesia dan Belarus juga telah menyepakati tujuh kerja sama prioritas saat Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko berkunjung ke Indonesia pada 1-2 Juli lalu.
Kesepakatan tersebut termasuk kerja sama industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus; kerja sama bidang kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan Republik Belarus; serta kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Nasional Belarus.
Selain itu, terdapat juga kerja sama bidang kesehatan antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Republik Belarus; perjanjian atas kerja sama ilmiah dan teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus.
Kemudian, kerja sama pertukaran laporan intelijen terkait pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal antara PPATK Republik Indonesia dengan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus tentang Kerja sama; serta bidang akreditasi nasional antara Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dengan Republican Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation.
Baca juga: Belarus harap dapat segera buka rute penerbangan langsung ke Indonesia
Baca juga: Belarus pasok produk olahan susu untuk program MBG
Baca juga: Peta jalan RI-Belarus, arah baru diplomasi ekonomi Indonesia






Komentar (0)