Dunia Dihantam Krisis Besar, Korea Selatan Makin Kaya Raya

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi bendera Korea Selatan. (SeongJoon Cho/Bloomberg via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis kelangkaan chip memori global telah menghantam industri perangkat elektronik konsumen seperti HP, laptop, dan konsol game. Krisis ini merupakan imbas dari lonjakan teknologi kecerdasan buatan (AI), sehingga memicu ketidakseimbangan antara suplai dan pasokan chip memori yang dibutuhkan di berbagai lini.

Korea Selatan sebagai 'rumah' bagi raksasa-raksasa chip memori seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, ketiban durian runtuh gara-gara tingginya permintaan. Dalam 20 hari awal di Juli 2026, ekspor Korea Selatan menukik tajam hingga 52,3% secara tahunan (year-on-year/YoY).


Pengapalan chip naik hampir tiga kali lipat di saat ledakan AI masih terus berlangsung, menurut data Layanan Bea Cukai Korea Selatan yang diungkap pada Selasa (21/7/2026) waktu setempat, dikutip dari Korea Herald.

Nilai ekspor mencapai US$54,9 miliar (Rp982 triliun) pada periode 1-20 Juli, dibandingkan dengan US$36 miliar (Rp644 triliun) yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.

Pilihan Redaksi
  • Takut Karyawan Resign, Perusahaan Janji Kasih Bonus Rp 400 Juta
  • Aplikasi Pengganti WhatsApp Bisa Chat Tanpa Internet, Hemat Memori

Impor juga meningkat 20% YoY menjadi US$42,7 miliar (Rp764 triliun) pada periode tersebut, menghasilkan surplus perdagangan sebesar US$12,2 miliar (Rp218 triliun).

Berdasarkan sektor, ekspor semikonduktor (chip) terus memimpin peningkatan keseluruhan dengan lonjakan sebesar 180% menjadi US$22,1 miliar (Rp395 triliun). Tak berlebihan jika industri chip disebut-sebut sebagai 'mesin uang' paling kencang bagi Korea Selatan saat ini.

Pengiriman produk minyak bumi keluar negeri naik 33,4% menjadi US$3,41 miliar (Rp61 triliun), sementara ekspor mobil turun 10,6% menjadi US$3,24 miliar (Rp57 triliun).

Ekspor produk baja dan kapal masing-masing meningkat sebesar 11,1% dan 70,8%, menjadi US$2,64 miliar (Rp47 triliun) dan US$2,44 miliar (Rp43 triliun).


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jangan Asal Tutup Pelat Nomor, Pengendara Terancam Denda Rp500.000 atau Kurungan 2 Bulan
• 9 jam lalu
0
thumb
Lapangan Sempur Bogor Ditutup pada 22-31 Juli 2026 untuk Perbaikan Jogging Track
• 15 jam lalu
0
thumb
Saat Izin Tambang untuk Ormas Keagamaan Tak Lagi Bisa Diobral
• 12 jam lalu
0
thumb
Arab Saudi Rilis Visa Umrah Multiple-Entry 1 Tahun: Bisa Bolak-Balik
• 15 jam lalu
0
thumb
Belajar Kebersihan Lebih Seru di Workshop ‘Misi Basmi Kuman’ bareng Cussons Kids
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.