jakarta.jpnn.com - Presiden Prabowo Subianto terus berjuang memberantas kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Berbagai cara dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra itu untuk mewujudkan keinginannya.
BACA JUGA: Panggil Banyak Menteri, Presiden Prabowo Bahas Koperasi Merah Putih
Salah satunya ialah mengeluarkan sebanyak 29 kebijakan yang menyasar langsung masyarakat kategori miskin ekstrem sampai dengan rentan miskin.
Masyarakat yang masuk kategori itu ialah mereka yang berada pada kriteria desil 1-4.
BACA JUGA: Prabowo Keluhkan Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Erick Thohir Anggap Bentuk Perhatian
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7), ada 29 kebijakan yang telah dijalankan pemerintah terkait dengan peningkatan kesejahteraan.
Kebijakan-kebijakan itu kemudian terbagi pada tiga kategori, yaitu program penghapusan kemiskinan (0 persen kemiskinan), program universal, dan program afirmatif.
BACA JUGA: Prabowo Subianto Yakin Pengkhianat Bangsa Akan Kena Karma
Presiden mengawali paparannya dengan menyebut Program Keluarga Harapan yang menyasar 10 juta keluarga kategori desil 1-4.
"(Keluarga-keluarga itu) menerima antara Rp 75.000 sampai Rp 250.000 per bulan. Sekolah Rakyat, anak-anak dari desil yang paling miskin, total yang diterima itu Rp 4 juta per bulan. Kartu Indonesia Pintar, 1,2 juta mahasiswa dibantu biaya hidup Rp800.000 sampai Rp1,4 juta per bulan," kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo melanjutkan uang kuliah tunggal (UKT) dibantu, langsung dibayar ke PT (perguruan tinggi).
“Program Indonesia Pintar, 22.100.000 siswa dari desil 1, 2, 3, 4, yang paling bawah. Jadi, keberpihakan kita kepada orang miskin luar biasa,” kata Prabowo. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil





Komentar (0)