Kylian Mbappe Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Raih Sepatu Emas tapi Pulang Tanpa Senyum

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Piala Dunia 2026 telah resmi menutup tirainya. Timnas Spanyol tampil sebagai juara setelah menaklukkan Argentina pada partai final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin dini hari WIB, 20 Juli 2026.

Di balik pesta kemenangan La Furia Roja, ada satu kisah lain yang tak kalah menyita perhatian. Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, memang berhasil mengukir sejarah dengan menyabet penghargaan Sepatu Emas (Golden Boot). Namun, pencapaian individu itu belum mampu menghapus rasa kecewa setelah Les Bleus gagal membawa pulang trofi juara.

Baca Juga :
Haru di Balik Gelar Juara Dunia Spanyol: Nico Williams Lepas Medali Emas untuk Sang Ibu, Kisahnya Bikin Terenyuh
Lamine Yamal Ungkap Doa yang Dipanjatkan Sebelum Bertanding, Warisan Sang Nenek yang Tak Pernah Ditinggalkan

Mbappe kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Sepanjang turnamen, striker Real Madrid tersebut tampil tajam dengan mencetak 10 gol, sekaligus menjadi top skor Piala Dunia 2026.

Catatan tersebut membuat Mbappe menciptakan sejarah baru. Ia menjadi pemain pertama yang dua kali meraih Golden Boot Piala Dunia, melampaui banyak legenda yang hanya sekali menyandang status pencetak gol terbanyak.

Meski demikian, pencapaian itu terasa hambar. Prancis datang ke Amerika Serikat dengan target merebut kembali gelar juara dunia. Skuad asuhan Didier Deschamps digadang-gadang sebagai salah satu favorit berkat kombinasi pemain berpengalaman dan generasi muda bertalenta.

Perjalanan Les Bleus justru terhenti di semifinal. Situasi semakin pahit setelah mereka kembali menelan kekalahan 4-6 saat menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga. Harapan menutup turnamen dengan setidaknya membawa medali perunggu pun sirna.

Akan tetapi kapten timnas Prancis itu tetap menjalankan perannya sebagai motor serangan. Ia terus mencetak gol, memimpin lini depan, serta berkali-kali menjadi pembeda ketika Prancis berada dalam tekanan.

Sayangnya Ketajaman Mbappe tidak mampu menutupi rapuhnya permainan tim secara keseluruhan. Ketika organisasi pertahanan kehilangan keseimbangan dan performa tim menurun, kontribusi individu sebesar apa pun tak cukup mengubah hasil akhir.

Kegagalan ini juga menjadi penutup yang kurang manis bagi Didier Deschamps. Selama bertahun-tahun, Mbappe berkembang menjadi megabintang dunia di bawah arahan pelatih tersebut. Karena itu, kegagalan mempersembahkan gelar pada turnamen yang diyakini menjadi akhir era Deschamps terasa meninggalkan penyesalan tersendiri.

Baca Juga :
Pukulan Telak untuk Argentina! FIFA Jatuhkan Denda Usai Kekalahan di Final Piala Dunia 2026 Gegara Ulah Paredes
Terungkap! Ini Alasan FIFA Pilih BTS Tampil di Halftime Show Final Piala Dunia 2026
Sosok Wanita Pembawa Trofi Piala Dunia FIFA 2026, Ternyata Bintang Serial Squid Game

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Restrukturisasi BUMN Karya Libatkan Himbara
• 18 jam lalu
0
thumb
Gunung Mas Kaya SDA, Aleg Partai Perindo Minta UMKM Lokal Jadi Penggerak Ekonomi
• 21 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Tekankan Kualitas Pendidikan, Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ
• 2 jam lalu
0
thumb
Sudah Kirim Calon Kru ke Italia, Kemenhan Siap Sambut Kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
• 18 jam lalu
0
thumb
Pria di Pekalongan Tewas Ditusuk Teman yang Sedang Mabuk
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.