Israel Pakai Buaya Nil untuk Jaga Tahanan Palestina

cnbcindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita
Foto: Buaya (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel dilaporkan tengah menyiapkan langkah kontroversial untuk meningkatkan keamanan penjara tahanan Palestina. Sejumlah media memberitakan bagaimana Israel akan memanfaatkan buaya Sungai Nil sebagai bagian dari sistem pengamanan.

Mengutip rangkuman RT Senin (20/7/2026), rencana tersebut mencuat setelah pemerintah Israel mengubah status hukum buaya Nil dari satwa liar menjadi "tended wild animal" atau satwa liar yang dipelihara. Perubahan status ini dinilai membuka jalan bagi penggunaan reptil tersebut di fasilitas yang lebih luas, termasuk kompleks penjara.

Baca: Pejabat Korupsi Kabel Listrik Rp 54 M Ditangkap


"Gagasan penggunaan buaya pertama kali diusulkan pada akhir 2025 oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Politikus sayap kanan itu mengusulkan agar penjara dikelilingi parit berisi buaya untuk mencegah upaya pelarian narapidana," muat laman Rusia itu.

Saat itu, usulan tersebut ditolak karena buaya Nil masih diklasifikasikan sebagai satwa liar yang hanya boleh dipelihara di kebun binatang atau kawasan konservasi. Namun, menurut laporan media Israel, pekan ini Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, mengubah klasifikasi hukum buaya Nil menjadi satwa liar yang dipelihara.

"Keputusan tersebut disebut menghapus hambatan hukum utama bagi penerapan rencana tersebut," tambah laporan tersebut.

Meski demikian, keputusan itu menuai keberatan. Penasihat hukum Kementerian Perlindungan Lingkungan dilaporkan telah memperingatkan bahwa sang menteri tidak memiliki kewenangan untuk secara sepihak mengubah status hukum buaya maupun membuka jalan bagi penggunaannya di penjara.

Baca: Singapura Geger, Menteri Muslim Mundur karena Malu Skandal Wanita
Lokasi Pertama

Lebih rinci, laporan menyebut Ben-Gvir ingin menerapkan program tersebut pertama kali di Penjara Ketziot, fasilitas pemasyarakatan di wilayah selatan Israel yang sebagian besar dihuni tahanan Palestina. Setelah usulan itu disampaikan, Israel Prison Service (IPS) disebut melakukan kajian internal.

Meski begitu, sejak Januari lalu, sejumlah petugas penjara sudah dikirim ke peternakan buaya Hamat Gader untuk mempelajari karakteristik reptil tersebut. Media Israel, Maariv, melaporkan IPS memberikan respons positif terhadap usulan tersebut.

Otoritas penjara bahkan mempertimbangkan menggunakan buaya berukuran lebih kecil dengan harga sekitar US$8.000 (sekitar Rp130 juta, asumsi kurs Rp16.300/US$) per ekor, dibandingkan buaya dewasa yang harganya mencapai US$20.000 (sekitar Rp326 juta) per ekor. Seorang sumber IPS yang dikutip Maariv mengatakan biaya tersebut relatif kecil dibandingkan investasi keamanan yang dibutuhkan sebuah penjara.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Israel mengenai kapan atau apakah rencana tersebut akan benar-benar diterapkan. Namun, wacana tersebut telah memicu perhatian luas karena dinilai sebagai salah satu usulan pengamanan penjara yang paling tidak lazim di Israel.

Baca: Trump Jilat Ludah Sendiri, Saudi Boleh Perkaya Nuklir Tapi Iran Tidak

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Hasil Negosiasi Damai Israel-Lebanon di Roma

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bersikukuh Beri Izin Tambang untuk Koperasi dan Ormas, Aturan Disiapkan
• 6 jam lalu
0
thumb
BNP Paribas AM Akuisisi AXA Investment Managers
• 20 jam lalu
0
thumb
Suasana Usai Kebakaran Restoran Steak Menteng, Gelap dan Lalin Tersendat
• 15 jam lalu
0
thumb
Soal Narasi ‘Restu Presiden’ Dalam Perkara Eks Jampidsus Febrie, Garuda Institute: Jaga Independensi Penegakan Hukum
• 14 jam lalu
0
thumb
Aspri Dituding Jadi Simpanan Mantan Jampidsus, Hotman Paris Naik Pitam Sampai Bersumpah
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.