Liputan6.com, Jakarta - Indonesia akan memasuki babak baru dalam penguatan pertahanan maritim. Kapal induk Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026, menandai pertama kalinya TNI Angkatan Laut mengoperasikan kapal induk dalam sejarahnya.
Kepastian jadwal kedatangan kapal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Ditjen Kuathan) Kementerian Pertahanan Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto saat rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Advertisement
"Rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026," kata Hendrikus dalam rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks MPR/DPR Senayan, Jakarta.
Menjelang kedatangannya, TNI Angkatan Laut telah melakukan berbagai persiapan. Sebanyak 100 personel dikirim ke Italia untuk menjalani pelatihan sebagai awak kapal induk. Mereka akan mengikuti pembelajaran teori dan praktik hingga mampu mengoperasikan Giuseppe Garibaldi saat berlayar menuju Indonesia.
Selain menyiapkan sumber daya manusia, TNI AL juga mulai membangun ekosistem pendukung operasional kapal induk. Salah satunya dengan menyiapkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung sebagai lokasi sandar.
"Jadi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodasi tempat labuh maupun bersandar dari (kapal induk) Garibaldi," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana TNI Tunggul.
Menurut Tunggul, berbagai fasilitas di Lanal Lampung kini tengah ditingkatkan agar mampu mendukung kebutuhan operasional kapal induk. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum Giuseppe Garibaldi tiba menjelang peringatan HUT TNI pada Oktober 2026.
Bukan Sekadar Kapal Perang
Giuseppe Garibaldi bukan sekadar kapal perang berukuran besar. Kapal ini menjadi tonggak baru bagi kekuatan laut Indonesia karena untuk pertama kalinya TNI Angkatan Laut akan memiliki kapal yang mampu membawa pesawat tempur sekaligus helikopter dalam satu dek penerbangan.
Dibangun oleh galangan kapal Fincantieri di Monfalcone, Italia, kapal ini mulai dibangun pada 1981, diluncurkan pada 1983, dan resmi bertugas di Angkatan Laut Italia pada 1985. Sebelum diserahkan kepada Indonesia, Giuseppe Garibaldi lebih dulu menjalani proses peningkatan kemampuan (upgrade) di Taranto, Italia.
Selama lebih dari empat dekade bertugas, kapal tersebut menjadi salah satu tulang punggung Angkatan Laut Italia dalam berbagai operasi militer dan kemanusiaan.





Komentar (0)