Basarnas Kota Medan mengkonfirmasi jumlah korban dalam ledakan yang terjadi di salah satu rumah di perumahan Grand Polonia Medan, Kota Medan, Senin (20/7). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan terdapat satu korban tewas dalam insiden tersebut.
"Hingga saat ini terdapat satu korban meninggal dunia yang telah ditemukan. Namun untuk data korban yang ditemukan masih akan dipastikan," ujar Hery dalam keterangannya, Selasa (21/7).
Hery menuturkan berdasarkan informasi yang didapat, terdapat tujuh orang di lokasi kejadian. Empat di antaranya selamat, yakni balita bernama Jeavelin (2 tahun), Hasan, seorang sopir dan seorang kurir. Sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.
"Sementara dua orang korban masih dalam pencarian yang diduga masih berada di bawah reruntuhan bangunan," ujar Hery.
Hingga pagi ini, Selasa (21/7) pencarian korban yang tertimbun reruntuhan masih dalam pencarian.
Dugaan Penyebab LedakanSebelumnya, Polrestabes Medan menjelaskan bahwa dugaan sementara ledakan berasal dari pipa gas yang berada di bawah tanah perumahan Grand Polonia Medan.
"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat di lokasi, Senin (20/7).
Calvijn mengatakan, dugaan pipa gas itu terdeteksi oleh alat pendeteksi gas petugas.
"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ," ujar Calvijn.
"Namun demikian, dugaan baru investigasi awal dan akibat itu ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," pungkas Calvijn.






Komentar (0)