Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara usai disemprot ibu-ibu di Jawa Barat. Ibu-ibu itu mengeluhkan soal pohon di Gunung Galuga Bogor yang habis dibabat imbas kebijakan Dedi Mulyadi.
Adapun keluhan ibu-ibu itu terekam di akun Instagram @dedimulyadi71 dilansir pada (20/07/2026). Di unggahan itu, tampak Dedi Mulyadi disemprot ibu-ibu hingga dituding babat habis pohon di Gunung Galuga Bogor.
"Sampurasun, wargi Jabar, Kabupaten Bogor, karena aku sudah janji sekabupaten Bogor, akan saya spill di sinilah sudah dibabat habis oleh kebijakan KDM Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi," ujar ibu-ibu tersebut dengan nada tinggi.
Mendapat tudingan itu, Dedi Mulyadi langsung angkat bicara. Diakui Dedi, ia tidak mengetahui siapa yang membabat habis pohon di gunung itu.
Hanya saja Dedi menjelaskan bahwa kawasan gunung itu memang menjadi lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) yang melayani Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Selain itu, di sekitar kawasan itu ada lahan milik TNI AD yang direncanakan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah dan dikelola oleh Danantara.
"Buat ibu yang marah-marah terus, gunung Galuga itu saya tidak tahu siapa yang babatin,” ujar Dedi.
“Gunung Galuga merupakan tempat pembuangan sampah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Di sekitar wilayah tersebut ada salah satu area milik TNI Angkatan Darat yang akan digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga sampah, yang kegiatannya dikelola oleh Danantara.
"Jadi kalau dikaitkan dengan saya menyuruh melakukan pembabatan atau penebangan, ya saya tidak mengerti," sahutnya.
Ia meminta agar ibu-ibu atau warga untuk menanyakan langsung pada Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Kota Bogor.
“Ibu, tanya saja kepada Pak Bupati dan Pak Wali Kota Bogor agar lebih jelas,” katanya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi membuat pengakuan mengejutkan. Ia menyebut ibu-ibu tersebut merupakan simpatisan dari sosok yang memiliki ambisi politik.
“Saya paham, itu hak Ibu mendukung siapa pun. Saya sendiri belum memikirkan apa pun saat ini,” lanjutnya.
Meski begitu, Dedi mengaku senang atas kritik yang diarahkan kepadanya. Menurutnya, kritik adalah bentuk perhatian dari masyarakat kepada para pemangku kebijakan.
“Saya ikhlas. Kritik saya sesuka hati Ibu. Yang penting Ibu punya data dan fakta yang memadai,” pungkas pria yang akrab disapa KDM tersebut.
Dedi Mulyadi disemprot ibu-ibu hingga dituding babat habis pohon di Gunung Galuga Bogor, netizen ramai memberi komentar. Banyak yang mendukung Gubernur Jawa Barat tersebut.
"Sebelum berkoar koar Minimal cari info nya dari yg berkompeten akurat jangan dari kabar burung hantu y bu," tulis akun @ima***.
"Hahahaha salah alamat ya bapak gubernur si ibu itu," tambah akun @feb***.
"Astagfirullah bu kok ngomongnya penuh amarah gitu... tarik nafas bu," tambah akun @dan***. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)