Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga karena Indonesia pertama kali dalam sejarah memiliki lembaga yang mengelola kedaulatan negara, yakni Danantara.
Hal tersebut diungkap Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka pada Senin, 20 Juli 2026.
"Salah satu prestasi kita yang nanti akan dikenang oleh sejarah saya percaya untuk pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia kita telah berhasil membangun suatu dana kedaulatan yang kita sebut Danantara," kata Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa Danantara merupakan suatu lembaga yang mengatur dana, kekayaan negara menjadi satu. Nantinya, lanjut Prabowo, dana tersebut bisa digunakan untuk masa depan bangsa.
"Danantara adalah suatu dana kedaulatan di mana tabungan-tabungan, kekayaan negara disatukan, dikonsolidasi di-manage dengan rapi dan ini menjadi cadangan, ini menjadi energi untuk masa depan Indonesia, untuk anak, cucu dan cicit kita," kata Prabowo.
"Dan alhamdulillah kita pertama kali dalam sejarah punya Danantara ini yang nilai asetnya bernilai lebih dari 1.000 Miliar dolar," sambungnya.
Diketahui, sebanyak 26 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai Rp 225 triliun tengah digarap oleh Danantara, dan diproyeksikan akan mampu menyerap hingga 37.833 tenaga kerja.
Pelaksanaan proyek dilakukan dalam dua fase. Fase I yang dimulai melalui groundbreaking pada 6 Februari 2026, mencakup enam proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp 109 triliun, dan potensi penyerapan 11.456 tenaga kerja.
Sementara Fase II yang dimulai melalui groundbreaking pada 29 April 2026, meliputi 10 proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp 116 triliun dan diperkirakan menyerap 26.377 tenaga kerja.
Ke-26 proyek tersebut mencakup berbagai komoditas strategis, mulai dari sektor pertambangan seperti pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga.
Kemudian ada pula dari sektor energi dan pangan melalui pengembangan fasilitas bioavtur, bioetanol, pengolahan kelapa sawit, industri kelapa, serta peternakan ayam terintegrasi.






Komentar (0)