Dedi Mulyadi Usul Polisi Bersenjata Disiagakan di Titik Rawan Begal di Bandung

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan yang belakangan meresahkan warga Bandung. 

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk memperkuat pengamanan di wilayah yang dinilai rawan kriminalitas.

Baca Juga :
DPR Tak Setuju Siswa SMA/SMK di Jabar Kembali Bayar SPP, Minta Kemendikdasmen Turun Tangan
Viral Pemuda Diduga Luka Parah Usai Dibegal di Koja, Polisi Selidiki

Dedi Mulyadi menilai kondisi keamanan di Bandung Raya membutuhkan penanganan cepat. Karena itu, ia mendorong langkah teknis dan taktis agar masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas.

"Terima kasih ya berbagai pihak menyuarakan tentang kondisi keamanan di wilayah Bandung Raya karena munculnya banyaknya begal dan kejahatan kriminal lainnya," kata Dedi dalam keterangannya, Selasa 21 Juli 2026.

Menurut Dedi, salah satu langkah yang diusulkannya ialah menempatkan personel kepolisian di sejumlah titik strategis yang rawan tindak kriminal. Aparat tersebut juga diusulkan dilengkapi senjata sebagai upaya pencegahan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat, menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata. Ini usulan saya. Dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, Dedi menegaskan menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga diperlukan melalui penguatan sistem keamanan lingkungan.

Ia mengajak warga kembali mengaktifkan patroli lingkungan di tingkat RT dan RW, terutama pada kawasan yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, perampokan, maupun tindak kriminal lainnya.

"Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya aksi kriminal, pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga," katanya.

Selain aksi begal, Dedi juga meminta perhatian terhadap gangguan keamanan lain yang dinilainya semakin sering terjadi, seperti aksi geng motor hingga tawuran.

"Termasuk geng motor dan tawuran antar anak-anak muda maupun tawuran antar orang tua," pungkasnya.
 

Baca Juga :
Dedi Mulyadi Ajak Orangtua Batasi Penggunaan Gawai pada Anak Demi Kesehatan
Begal di Bandung Makin Nekat, Sasar Korban yang Tengah Lari Pagi
DPRD Jabar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025 Menjadi Perda

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Masih Matangkan Aturan soal Status Driver Ojol Masuk Kategori UMKM
• 46 menit lalu
0
thumb
Rupiah Melemah, Dolar AS Kian Dekati Level Rp18.000
• 10 jam lalu
0
thumb
Kronologi Kecelakaan Kereta Api dan Sepeda Motor di Semarang, Dua Korban Meninggal Dunia
• 5 jam lalu
0
thumb
4 Hal Diketahui soal Anjing Husky Dibacok di Bekasi
• 12 jam lalu
0
thumb
Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan, Purbaya: Kalau Fiskal Tertekan
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.