CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Gelandang Timnas Spanyol, Rodri, dinobatkan sebagai peraih Bola Emas atau penghargaan pemain terbaik Piala Dunia 2026.
Rodri dinobatkan sebagai pemain terbaik setelah menjadi sosok kunci di balik keberhasilan La Roja menjuarai turnamen untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Rodri tampil konsisten sepanjang delapan pertandingan dengan mengendalikan ritme permainan, menjaga keseimbangan lini tengah, sekaligus menjadi penghubung efektif antara sektor pertahanan dan penyerangan Spanyol.
Kontribusinya dinilai krusial dalam perjalanan La Roja hingga mengangkat trofi juara.
Performa terbaik pemain berusia 30 tahun itu kembali terlihat pada partai final melawan Argentina di Stadion New York New Jersey.
Spanyol menang 1-0 melalui babak perpanjangan waktu, sementara Rodri tampil dominan dengan mencatatkan 101 umpan sukses dari 105 percobaan, memenangkan 80 persen duel, serta menciptakan dua peluang bagi rekan-rekannya.
Tak hanya piawai mengatur aliran bola, Rodri juga berperan besar dalam kokohnya pertahanan Spanyol.
Kemampuannya membaca permainan, memutus serangan lawan melalui intersep, dan menjaga organisasi tim membuat La Roja hanya kebobolan satu gol sepanjang delapan pertandingan di Piala Dunia 2026.
Penghargaan Bola Emas diberikan kepada pemain terbaik sepanjang turnamen berdasarkan penilaian FIFA dan kelompok studi teknis (Technical Study Group).
Penghargaan ini menjadi salah satu penghargaan individu paling bergengsi di Piala Dunia, melengkapi penghargaan Bola Perak dan Bola Perunggu bagi pemain terbaik kedua dan ketiga. Penghargaan ini pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia 1978.
Dengan torehan tersebut, Rodri menambah daftar gelandang yang sukses meraih penghargaan pemain terbaik dunia di ajang empat tahunan, sekaligus melengkapi pencapaiannya setelah mengantarkan Spanyol kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.
Pemenang Bola Emas sebelumnya:
1978: Mario Kempes (Argentina)
1982: Paolo Rossi (Italia)
1986: Diego Maradona (Argentina)
1990: Salvatore Schillaci (Italia)
1994: Romario (Brasil)
1998: Ronaldo (Brasil)
2002: Oliver Kahn (Jerman)
2006: Zinedine Zidane (Prancis)
2010: Diego Forlan (Uruguay)
2014: Lionel Messi (Argentina)
2018: Luka Modric (Kroasia)
2022: Lionel Messi (Argentina)
Sumber: FIFA





Komentar (0)