Ini Profil Yang Zhilin, Bos Startup Moonshot di Balik Model AI Kimi K3

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

CEO Moonshot AI asal China, Yang Zhilin, membuat gebrakan di industri kecerdasan buatan (AI), dengan meluncurkan model AI Kimi K3.

Ini Profil Yang Zhilin, Bos Startup Moonshot di Balik Model AI Kimi K3. (Foto:X/@kimi_moonshot)

IDXChannel - CEO Moonshot AI asal China, Yang Zhilin, membuat gebrakan di industri kecerdasan buatan (AI), dengan meluncurkan model AI Kimi K3 yang menuai banyak pujian.

Dilansir dari Business Insider pada Minggu (19/7/2026), Kimi K3 adalah model AI open-weight terbaru yang sedang ramai dibicarakan.

Baca Juga:
Perusahaan Dunia Ramai-Ramai Beralih ke AI China, Lebih Murah dari OpenAI dan Anthropic

Kemampuannya menyaingi model-model terkemuka Amerika Serikat (AI) dari laboratorium seperti OpenAI dan Anthropic, namun biayanya jauh lebih rendah.

Siapakah Yang Zhilin?

Baca Juga:
Startup China Moonshot Luncurkan Model AI Open Source Terbesar di Dunia

Yang lahir pada1992 di Shantou, sebuah kota di provinsi Guangdong, China. Ia kuliah di Universitas Tsinghua sebelum meraih gelar PhD di Universitas Carnegie Mellon di Pennsylvania, AS.

Ia di sana belajar di bawah bimbingan peneliti AI terkemuka Ruslan Salakhutdinov dan William Cohen.

Baca Juga:
Model AI Kimi K3 asal China Guncang Silicon Valley

 "Dia benar-benar brilian," kata Salakhutdinov tentang Yang dalam sebuah unggahan di X pada Jumat. 

Dalam unggahan lain, Salakhutdinov mengatakan bahwa setelah lulus, Yang diincar banyak perusahaan teknologi besar tetapi berkomitmen untuk memulai usahanya sendiri.

Saat di Carnegie Mellon, Yang magang di Google Brain dan Meta. Dia juga ikut menulis beberapa makalah penelitian tentang berbagai topik, mulai dari keterbatasan dalam cara model bahasa menangani konteks hingga saran penyetelan prompt.

Sebelum meluncurkan Moonshot AI, Yang kembali ke China dan berkontribusi pada beberapa proyek AI besar, termasuk model PanGu Huawei dan Wu Dao dari Akademi Kecerdasan Buatan Beijing. 

Dia juga ikut mendirikan Recurrent AI, sebuah startup yang menggunakan AI untuk menganalisis percakapan penjualan dan membantu perusahaan meningkatkan kinerja mereka.

Ia menjadi co-founder Moonshot AI pada awal 2023. Tim di balik perusahaan tersebut telah mengembangkan berbagai teknologi AI, termasuk Transformer-XL, RoPE, Group Normalization, ShuffleNet, MuonClip, dan Mooncake.

Prestasi pertama Moonshot AI adalah memberikan model dasar Kimi K2 jendela konteks yang luar biasa besar — ​​satu triliun parameter — untuk memproses dokumen yang panjang. 

Moonshot juga memiliki produk asisten AI, Kimi, dan sejak itu telah berkembang ke pengkodean, penelitian, dan agen AI otonom, menarik dukungan dari Alibaba, Tencent, dan investor besar China lainnya.

Terakhir, Kimi K3 kini telah melambungkan Moonshot AI dan pendirinya ke panggung global. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Profil BNPP AM dan AXA Select yang Bakal Merger, Kelola Aset Rp40,29 Triliun
• 18 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Ungkap Alasan Tarif Lepas Kewarganegaraan Naik dari Jadi Rp5 Juta
• 13 jam lalu
0
thumb
Asmo Sulsel Gandeng UMKM KT Cokonuri Edukasi 150 Siswa SMPN 40 Makassar tentang Pemilahan Sampah
• 21 jam lalu
0
thumb
Termasuk di IKN, Pemerintah Siapkan Pembangunan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ini
• 21 jam lalu
0
thumb
Motif Terungkap, Kakek Nekat Bacok Operator Sekolah di Probolinggo karena Bela Cucu
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.