Dua gol Kylian Mbappé, gol ke-9 dan ke-10-nya di turnamen ini, membuatnya memimpin perburuan Sepatu Emas (Golden Boot) sekaligus memecahkan rekor sepanjang masa pencetak gol terbanyak Piala Dunia dengan total 22 gol.
EtIndonesia.com Declan Rice mencatatkan satu gol dan satu assist dalam waktu kurang dari 20 menit untuk membuka pesta gol Inggris, sebelum rekan setimnya Bukayo Saka mencetak hattrick dan membawa Inggris meraih finis peringkat ketiga Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Meski pertandingan berlangsung dalam cuaca panas dan lembap, Inggris tampil penuh energi. Mereka menguasai bola sejak awal dan beberapa kali menembus pertahanan Prancis melalui umpan-umpan terobosan. Lini belakang Prancis tampak kurang agresif pada awal laga, meski kemudian meningkatkan intensitas permainan.
Kedua tim hanya menurunkan empat pemain inti reguler dalam susunan pemain awal.
Kapten Inggris Harry Kane, gelandang Jude Bellingham, dan kiper Jordan Pickford memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Di kubu Prancis, bintang utama Kylian Mbappé tampil sejak menit pertama, tetapi penyerang Ousmane Dembélé—yang telah mencetak lima gol di turnamen ini—tidak masuk susunan starter.
The Three Lions membuka keunggulan pada menit ketiga. Rice, yang berposisi sebagai gelandang bertahan, merebut bola setelah kesalahan Prancis di lini tengah. Ia menggiring bola dari sisi kiri, bergerak ke tengah, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang bersarang di pojok kanan bawah gawang.
Inggris menggandakan keunggulan 15 menit kemudian melalui sepak pojok Rice. Bek Ezri Konsa memenangkan duel udara dan menyundul bola melewati kiper Prancis Mike Maignan.
Pada menit ke-37, kiper Inggris Dean Henderson menggagalkan tendangan keras mendatar Mbappé. Setelah itu, sebuah umpan panjang mengarah kepada Marcus Rashford. Tembakannya sempat ditepis, tetapi ia berhasil menguasai bola pantul dan mengoper kepada Bukayo Saka yang menyelesaikannya menjadi gol ketiga Inggris.
Saka kembali mencetak gol pada menit ke-46 setelah menerima umpan terobosan dari Eberechi Eze. Dengan satu sentuhan kaki kiri untuk mengontrol bola, ia melepaskan tendangan keras kaki kiri yang melesat melewati Maignan di sisi kanan gawang.
Mbappé memperkecil ketertinggalan pada menit ketiga babak kedua. Ia menyambut umpan diagonal Michael Olise dengan penyelesaian satu sentuhan ke gawang. Gol tersebut membuat Mbappé memimpin perlombaan Golden Boot dengan sembilan gol.
Pemain pengganti Prancis Bradley Barcola mencetak gol kedua timnya hanya enam menit kemudian. Berlari kencang dari sisi kiri, ia lolos dari jebakan offside Inggris sebelum membawa bola lebih dekat ke gawang dan melepaskan tembakan yang berbuah gol.
Mbappé dan Olise kembali bekerja sama pada menit ke-65 melalui serangkaian kombinasi umpan satu-dua di area penalti Inggris. Mbappé menuntaskan peluang dengan sekali sentuh untuk mencetak gol keduanya dalam pertandingan. Gol itu menjadi gol ke-22 Mbappé di ajang Piala Dunia, melampaui rekor 21 gol yang sebelumnya dipegang Lionel Messi setelah turnamen ini. Sementara itu, assist Olise membuatnya menyamai rekor assist terbanyak dalam satu Piala Dunia yang dicatat legenda Brasil Pelé pada 1970.
Saka tampaknya memastikan kemenangan Inggris pada menit ke-87 ketika ia sukses mengeksekusi penalti. Tendangan kaki kirinya meluncur deras ke sudut kanan gawang.
Namun, Dembélé memperkecil ketertinggalan Prancis pada masa tambahan waktu babak kedua yang tersisa kurang dari dua menit. Ia melewati beberapa pemain bertahan Inggris sebelum mencetak gol dari jarak dekat.
Kurang dari satu menit kemudian, pemain pengganti Jude Bellingham menampilkan aksi individu gemilang. Ia menggiring bola melewati lawan ke kiri dan kanan sebelum mencetak gol ketujuhnya di turnamen ini—jumlah terbanyak yang pernah dicetak pemain Inggris dalam sejarah Piala Dunia.
Di babak semifinal, Prancis secara mengejutkan disingkirkan Spanyol, sementara Argentina bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Inggris.
Inggris meraih satu-satunya gelar Piala Dunia pada tahun 1966. Finis di peringkat ketiga kali ini merupakan yang pertama dalam tiga kesempatan perebutan tempat ketiga, setelah sebelumnya kalah dari Belgia pada 2018 dan Italia pada 1990.
Pertandingan ini juga menjadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis, mengakhiri masa kepemimpinannya selama 14 tahun. Ia membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 dan meraih posisi runner-up empat tahun lalu.






Komentar (0)